Dispersip Kalsel Dorong Penguatan Kualitas Pengelola Perpustakaan

Diikuti 100 Peserta dari berbagai daerah se Kalimantan Selatan (Kalsel), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tenaga Pengelola Perpustakaan, yang dilaksanakan secara virtual melalui media daring, berlangsung 9 hingga 10 November 2020. Kegiatan ini diselenggarakan, guna memenuhi tuntutan kualitas dan keterampilan pegawai serta pengelola perpustakaan.

Acara yang dibuka Kepala Dispersip Kalsel, dalam hal ini diwakili Sekretaris Dispersip Kalsel, Dr. M. Ramadhan, dalam sambutanya menyampaikan, bahwa tenaga perpustakaan berhak mendapatkan pembinaan karier, sesuai tuntutan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Yang salah satunya melalui pendidikan dan bimbingan teknis perpustakaan,” urai Dr. M. Ramadhan.

Selain itu, tambah Dr. M. Ramadhan, Kepala Dispersip Kalsel, Dra. Hj. Nurliani, M.AP. (Bunda Nunung), juga mendorong para peserta untuk terus mengembangkan diri, lewat ketekunan, dedikasi, dan kedisiplinan. “Oleh karena itu, kita semua dituntut untuk terus belajar mengembangkan diri kita masing-masing,” jelasnya.

Kegiatan ini merupakan usulan Kepala Dispersip Kalsel, yang telah disampaikan 5 bulan lalu ke Perpusnas RI, agar tenaga pengelola perpustakaan di Kalsel diberikan bimtek secara virtual, untuk tetap meningkatkan kompetensinya di masa pandemi Covid-19. Tenaga Pengajar Bimtek Pengelola Perpustakaan ini, diisi oleh Pustakawan Perpusnas RI dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpusnas RI, dengan materi teknik pengelolaan perpustakaan, dari pengolahan bahan pustaka, pelayanan pemustaka, pelestarian bahan pustaka, promosi perpustakaan, pengembangan minat baca, dan hal-hal lain terkait perkembangan terbaru dalam dunia perpustakaan.

Di tempat terpisah, Bunda Nunung mengucapkan terima kasih kepada Kepala Perpusnas RI, Drs. Muhammad Syarif Bando, M.M., atas kerjasama yang baik selama ini, dan berharap Kalsel selalu menjadi lokasi kegiatan-kegiatan Perpusnas RI. “Dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM pengelola perpustakaan, maupun kegiatan kegemaran membaca, dengan program perpustakaan berbasis inklusi sosial,” harap Bunda Nunung.

jurnalkalimantan.com