Dispersip Kalsel Buka Layanan Akhir Pekan

Mulai awal Maret nanti, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan (Kalsel) akan tetap buka di akhir pekan. Banyaknya permintaan pengunjung mengenai bukannya Dispersif di akhir pecan, merupakan salah satu alasan mengapa perpustakaan daerah ini buka di akhir pekan.

Hal ini diutarakan Kepala Dispersip Kalsel Hj Nurliani, Sabtu (27/2). “Banyak yang meminta kami untuk buka di akhir pecan. Sebenarnya, dulu untuk hari Sabtu juga buka. Tapi karena ada pandemic, maka ditutup untuk weekend,” katanya. Perempuan yang akrab disapa Bunda Nunung ini menuturkan, pengunjung kesusahaan untuk datang tepat waktu di hari kerja. Hal ini membuat pihaknya berinisiatif membuka kembali layanan di akhir pekan.  “Kalau hari kerja, mereka sulit datang karena waktu yang mepet. Makanya kami buka kembali pelayanan di akhir pekan,” ucapnya.

Sebagai informasi, jam operasional perpustakaan untuk hari kerja adalah: Senin – Kamis pukul 09.00 – 15.00 Wita. Jumat pukul 08.30 – 11.30 Wita, dan Sabtu – Minggu  pukul 09.00 – 13.00 Wita. Adanya pembukaan kembali layanan ini tentu tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mengingat pandemi Covid-19 belum usai.  Pengunjung diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk dan sesudah keluar perpustakaan, memakai masker, dan suhu tubuh tidak lebih 37.5 derajat celsius.

“Mencuci tangan memakai sabun sebelum masuk dan sesudah keluar, gedung layanan di wastafel yang telah disediakan. Menjaga jarak duduk saat membaca. Kami lebih menyarankan untuk membaca di gazebo samping perpus saja, karena lebih terbuka,” tutur Bunda Nunung. Sebagai informasi, selama pandemic ini Dispersip Kalsel membatasi jumlah pengunjung, yakni hanya 100 orang per hari.

Di akhir, Bunda Nunung berharap agar dibukanya pelayanan perpustakaan di akhir pekan ini dapat membantu masyarakat yang ingin ke perpustakaan atau bahkan merindukan perpustakaan namun tidak ada waktu.  “Kembali dibukanya layanan perpustakaan di akhir pekan ini saya harapkan bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya, sekaligus sebagai penghapus lararomantisme ke perpustakaan,”tandasnya.

Sumber:maknanews.com