Dispersip Kalsel Berkunjung Ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura

Semenjak pandemi Covid-19, kunjungan lapas ditiadakan sementara waktu dan diganti degan panggilan video. Begitu pula program Perpustakaan Keliling (Pusling) Dispersip Kalsel yang sempat terhenti. Namun setelah Normal Baru, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispersip) Kalimantan Selatan melanjutkan aktivitas dan kegiatan kembali.

Kali ini Dispersip berkunjung ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura dengan membawa koleksi buku serta badut sebagai hiburan. “Karena mereka ada keterbatasan aktivitas di luar, maka kitalah yang datang. Ini hanya untuk menambah koleksi mereka, terutama dalam minat baca,” ucap Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie di sela kegiatan. Kedatangan rombongan yang berangkat dari kota Banjarmasin tersebut membuat warga binaan sumringah. “Antusias mereka cukup bagus. Kita tetap lakukan kegiatan lain seperti pramuka dan keagamaan,” ucap kepala LPKA Kelas I Martapura, Rudi Sarjono.

Dalam kondisi normal, koleksi buku yang dibawa mobil Pusling dapat dipilih langsung oleh warga binaan. Namun kali ini, buku hanya didrop dan diserahkan kepada petugas lapas. “Untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tidak hanya di sekolah, bisa lewat buku-buku juga. Mereka di sini (lapas) bisa jadi akibat kemajuan teknologi tetapi kurang pengawasan orang tua,” lanjut dia.

Sebanyak 3 boks atau sekitar 300 buku dipinjamkan untuk 43 warga binaan. Jumlah ini untuk menambah koleksi perpustakaan internal yang sudah memiliki 1.300 koleksi buku. Berada di lingkup masyarakat yang agamis, menurut Rudi, para warga binaan di sana lebih menyukai jenis buku-buku agama. Dari segi pendidikan, pihak lapas juga menyediakan fasilitas sekolah sistem paket. “Tetap jalan tidak akan putus, asal statusnya usia sekolah,” terang dia. Begitu pula dari sisi pelatihan keterampilan. LPKA Kelas I Martapura juga menyediakan pelatihan seperti komputer, barbershop, pembibitan hingga pembuatan kue.

kalimantanpost.com