Dispersip Kalsel Berikan Literasi Preventif Dan Promotif Cegah Covid-19

Kendati Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel meliburkan pelayanan perpustakaan karena pandemi Covid-19, tapi bukan berarti instansi yang membidangi perpustakaan dan kearsipan daerah ini berpangku tangan. Dispersip Kalsel turut serta bergerak dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalsel. Tentunya, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yaitu memberikan literasi preventif (pencegahan) dan promotif terhadap penanganan Covid-19, sesuai dengan arahan Ketua Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel.

“Tim Dispersip Kalsel beberapa pekan terakhir turut serta dengan melibatkan 2 buah unit mobil minibus dan 6 personel, guna melakukan pendataan masyarakat yang terkena ataupun terindikasi Covid-19 di beberapa wilayah pedesaan di Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala yaitu Desa Teluk Tamba dan Desa Tabukan Raya,” ungkap Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie, Selasa (19/5/2020) lalu. Bunda Nunung sapaan akrabnya mengatakan, Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel yang berasal dari Dispersip Kalsel mendatangi beberapa desa tersebut, tentunya dengan difasilitasi oleh Camat dan Kepala desa. Hal ini dilakukan agar koordinasi lebih intens dalam pelaksanaan sosialisasi pencegahan dan pendataan ODP (orang dalam pemantauan), PDP (pasien dalam pengawasan) maupun pasien yang terindikasi Covid-19. “Sekaligus Tim Gugus dari Dispersip Kalsel mendata berapa banyak masyarakat miskin yang perlu dibantu di desa tersebut akibat wabah Covid-19. Selanjutnya data tersebut dikumpulkan setiap hari ke Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel,” ucapnya.

Mantan Kadispersip Banjarbaru ini berharap dengan adanya upaya ini dapat membantu dan mempermudah penanganan, pencegahan serta promosi terhadap pandemi Covid-19 di Kalsel, sekaligus mendapatkan data yang akurat terhadap masyarakat yang memang memerlukan bantuan akibat pandemi Covid-19. Dia memastikan, kepala desa dan tokoh masyarakat menerima Tim Pendataan Covid-19 Dispersip Kalsel dengan senang hati dan telah menjalankan protokol Covid-19 di desanya masing masing. Hal ini mencerminkan bahwa masyarakat di desa telah turut aktif dan turut serta melakukan pencegahan terhadap pandemi Covid-19 di wilayah masing-masing. “Tentunya dengan kebersamaan dan kekompakan sehingga dapat meminimalisir masyarakat desa setempat terpapar covid 19, apalagi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bumi Selidah,” tutup Bunda Nunung.

jejakrekam.com