Dispersip Kalsel Berharap Kebijakan Baru Dapat Menambah Jumlah Jabatan Fungsional Arsiparis

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Birokrasi  (Kemenpan- RB) baru saja mengeluarkan kebijakan terkait penyederhanaan birokrasi melalui penyesuaian jabatan administrasi menjadi fungsional. Kabar kebijakan yang dikeluarkan itu pun telah sampai dan mendapatkan tanggapan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan (Dispersip Kalsel).

Kepala Dispersip Kalsel Dra Hj Nurliani, MAP, melalui Sekretaris Dispersip Kalsel, Muhammad Ramadhan,  menyambut positif akan hal itu.

Dirinya menyebut bahwa pihak Dispersip Kalsel berkenaan hal tersebut sudah mengalokasikan atau melakukan pemetaan terhadap jabatan-jabatan struktural yang bisa difungsionalkan. “Dan Dispersip Kalsel sudah melakukannya sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Birokrasi,” ungkapnya, Minggu (30/5/2021).

Sehingga dengan demikian, Dispersip Kalsel hanya tinggal menunggu keputusan maupun kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. “Kami (Dispersip Kalsel) siap kapanpun kebijakan tersebut dilaksanakan. Bahkan kami juga sudah menyediakan tempat khusus untuk jabatan fungsional, di antaranya Pustakawan dan Arsiparis,” ucapnya.

Perubahan jabatan administrasi ke fungsional tentu memerlukan penyesuaian dari jabatan administrasi ke jabatan fungsional. Di kesempatan adanya kebijakan tersebut, Ramadhan turut menguntai harapan agar tenaga Pustakawan yang ada di Kalimantan Selatan, khususnya di Dispersip Kalsel, bisa bertambah.

Saat ini, ungkap Ramadhan, Pustakawan yang ada di Dispersip Kalselhanya ada 14 orang dan Arsiparis 4 orang,. Sedangkan Pustakawan dan Arsiparis di kabupaten dan kota, totalnya sekitar 111 orang. Dengan kebijakan baru ini, kemungkinan jumlah tersebut bisa kembali bertambah.

Diakui Ramadhan, Dispersip Kalselmasih kekurangan atau masih jauh dari cukup dalam membina Lemabaga Kearsipan Daerah (LKD) di kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. “Semoga dengan ini keperluan akan tenaga fungsional Sumber Daya Manusia (SDM) terutama arsiparis bisa bertambah. Sebab, dalam penanganan dan pembinaan diperlukan tenaga arsiparis yang jumlah minimalnya 25 orang.

banjarmasin.tribunnews.com