Dispersip Kalsel bantu petani bunga di tengah pandemi COVID-19

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Selatan membantu petani bunga di Desa Jingah Habang dengan membeli produk olahan bunga yang diproduksi kelompok tani di wilayah Kecamatan Karang Intan, Banjar itu.

Kepala Dispersip Kalsel Nurliani dalam siaran pers diterima Antara, Jumat mengatakan, pihaknya membeli produk olahan bunga untuk membantu petani yang kesulitan memasarkan produk di tengah pandemi COVID-19.  “Kami membeli produk olahan bunga petani Desa Jingah Habang dalam jumlah banyak secara rutin sehingga bisa membantu mereka yang kesulitan ditengah pandemi COVID-19,” ujar Bunda Nunung sapaan Nurliani.
Ia mengatakan, pihaknya mengajak langsung pegawai Dispersip Kalsel mengunjungi kebun bunga di Desa Jingah Habang sehingga mengetahui kondisi masyarakat termasuk cara penyulingan beragam bunga.

Disebutkan, sebelumnya rombongan pegawai Perpustakaan Daerah yang diajak ke Desa Jingah Habang disusul pegawai Depo Arsip Banjarbaru yang mengunjungi kebun bunga di desa itu pada, Rabu (26/8). “Kami datang untuk melihat langsung kebun bunga yang dikelola petani dan membeli beragam produk olahan seperti hand sanitizer aroma bunga, hingga air mawar penyegar wajah dan campuran kosmetik,” ungkapnya.

Menurut dia, produk olahan bunga itu terutama cairan penyanitasi tangan (hand sanitizer) akan disediakan di sejumlah ruangan di Perpustakaan Daerah Palnam Banjarmasin maupun di Depo Arsip Banjarbaru.  “Setiap pegawai maupun pengunjung bisa menggunakan hand sanitizer yang disediakan untuk membersihkan tangan sehingga satu sisi membantu petani, disisi lain menjalankan aturan protokol kesehatan,” ucapnya.

Dikatakan, pemanfaatan produk lokal merupakan salah satu wujud program perpustakaan berbasis inklusi sosial yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat melalui literasi. “Artinya, perpustakaan di era sekarang bukan hanya sebagai penyedia buku bacaan dan fasilitas literasi lainnya tetapi juga membantu masyarakat yang kesulitan di tengah pandemi COVID-19,” katanya.

kalsel.antaranews.com