Dispersip Kalsel Bakal Gelar Webinar Sosialisasi Penyelamatan Arsip

Bencana banjir yang pernah melanda 11 Kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Januari 2021 lalu berdampak pada berbagai sektor. Yang terdampak selain ekonomi, infrastruktur bahkan keselamatan jiwa, tak terkecuali arsip pun di seluruh pencipta arsip terancam keselamatannya.

Mengingat hal itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel menyiapkan tindakan preventif (pencegahan) dan langkah strategis guna mengantisipasi kerusakan arsip dalam menghadapi bencana serupa di kemudian hari.

Dengan itu Dispersip Kalsel akan mengelar webinar tentang sosialisasi penyelamatan arsip pasca bencana yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 17 Maret 2021 mendatang.

Dispersip Kalimantan Selatan dalam webinarnya nanti akan menggandeng Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dengan Narasumber dari pusat DR Kandar MAp (Direktur Preservasi Arsip Nasional RI), dan Kadir (Arisipasi Penyelia Arsip Nasional RI), opening speech Dra Hj Nurliani MAp (Kadispersip Prov Kalsel),serta Moderator Riswan Iriyandi SKep MH MKes (ADC wakil ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Kadispersip) Provinsi Kalsel Dra Hj Nurliani MAp kepada beritapembaruan.id Jumat 12/3/21 mengatakan, Dispersip Provinsi Kalsel akan menyelenggarakan webinar tentang ‘Sosialisasi Penyelamatan Arsip Pasca Bencana Secara Virtual’.

Live zoom ini gratis terbuka untuk umum kuotanya 1.000 partisipan, peserta yang aktif berpartisipasi sampai akhir acara akan di berikan sertifikat. “Silahkan bagi yang berminat tinggal registrasi pendaftaran peserta talkshow ini tinggal isi pada link http://bit.ly/arsip-pasca-bencana,” terang bunda Nunung sapaan akrab Hj Nurliani.

Lanjut Bunda Nunung, Arsip merupakan aset yang sangat berharga dan menunjukan hak-hak keperdataan rakyat, sehingga keberadaannya harus diselamatkan, diamankan dan dilindungi. “Jadi keberadaan arsip tersebut turut terancam keselamatannya akibat bencana banjir, padahal arsip merupakan aset berharga bagi kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” ungkapnya.

Bunda Nunung menambahkan webinar ini dilaksanakan yang ke-24 kalinya selama pandemi Covid-19. “Pandemi covid19 tidak boleh membuat tujuan dan target berubah,hanya setrategi saja yang menyesuaikan dengan situasi dan keadaan,” pungkasnya.

Sumber:beritapembaruan.id