Dispersip Kalsel Akan Gelar Bedah Buku Masjid-Masjid Bersejarah Di Kalsel

Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan (Dispersip) Kalimantan Selatan kembali mengadakan peluncuran sekaligus diskusi virtual buku “Masjid-masjid Bersejarah di Kalimantan Selatan” karya Aliansyah Jumbawuya dan Ahmad Barjie pada Kamis (27/8/2020) mendatang.

Bedah buku virtual ini sekaligus memeriahkan Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah. Buku tersebut akan diulas Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalsel HM Fadhly Mansoer MM, dengan moderator Randu Alamsyah. Peserta dapat berpartisipasi aktif lewat aplikasi zoom lewat registrasi link yang disediakan panitia.

Kadispersip Kalsel Nurliani Dardie mengatakan kegiatan tersebut guna mengangkat khazanah budaya lokal melalui medium buku dan diskusi. “Kalau tahun-tahun sebelumnya pihaknya menerbitkan buku Aneka Kuliner Khas Kalimantan Selatan dan Mozaik Sejarah Banjar, kali ini tentang masjid-masjid tua yang memiliki nilai historis panjang,” kata Bunda Nunung sapaan akrabnya, Senin (17/8/2020). “Karena dari situ kita akan bisa belajar bagaimana penyiaran agama Islam di tanah Banjar pada masa-masa awalnya,” ucap mantan Kepala Perpustakaan Kota Banjarbaru ini.

Dia berharap, dengan peluncuran dan diskusi buku ini, khalayak luas khususnya generasi muda Kalsel bagaimana kegigihan masyarakat masa lalu dalam mengupayakan berdirinya sebuah masjid. Kendati di tengah serba keterbatasan dana dan peralatan teknologi pada masanya. “Termasuk berbagai cerita kekeramatan yang menyertai proses awal pembangunan maupun setelah berdirinya masjid, menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca,” tutup Bunda Nunung.

jejakrekam.com