Dispersip Kalimantan Selatan Musnahkan Ribuan Arsip Tidak Terpakai

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) musnahkan 21.487 lembar arsip di gedung Depo Arsip Banjarbaru, Selasa (17/11/20).

Arsip yang dimusnahkan tersebut merupakan berkas yang berasal dari enam instansi yaitu: Biro Umum Sekretariat Wilayah Tingkat I Kalsel sebanyak 2.546 berkas, Arsip Biro Keuangan Sekretariat Wilayah Tingkat I Kalsel sebanyak 5.071 berkas, Biro Pembangunan Daerah Sekretariat Wilayah Tingkat I Kalsel sebanyak 1.023 berkas, Dinas Kehutanan Kalsel sebanyak 2.911 berkas, Dinas Perkebunan Kalsel sebanyak 2.704 berkas, dan Inspektorat Kalsel sebanyaak 7.232 berkas.

Kepala Dispersip (Kadispersip) Kalsel, Hj. Nurliani Dardie mengatakan, ribuan berkas yang dimusnahkan tersebut telah habis masa retensi arsipnya. “Kurun waktu penyimpanan arsip yang sudah habis masa retensi ini beragam, mulai tahun 1967 sampai tahun 2005,” sambungnya. Menurut Bunda Nunung, sapaan akrab Kadispersip Kalsel, penghancuran arsip ini bertujuan agar penyimpanan arsip bisa lebih efisien dan efektif, baik dari segi biaya atau tenaga untuk memelihara arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna.

Untuk pemusnahan arsip-arsip yang tidak terpakai ini, Bunda Nunung menjelaskan, sudah melewati prosedur pembentukan tim penilai dan pemusnahan arsip di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel. “Pemusnahan ini telah mendapat persetujuan dari SKPD asal arsip, persetujuan Kepala Arsip RI, dan penetapan pemusnahan arsip dengan surat keputusan Gubernur Kalsel,” ucapnya.

Pemusnahan ini dilakukan dengan menggunakan mesin pencacah kertas, kemudian, limbah yang dihasilkan akan diserahkan ke bank sampah agar bisa dimanfaatkan.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Kalimantan Selatan, Fathurrahman, mengapresiasi Dispersip Kalsel yang telah memusnahkan arisp-arsip lama yang sudah tidak terpakai. “Saya berharap kedepannya semua SKPD nanti bisa bekerja sama dengan Dispersip Kalsel untuk berkoorsinasi dan melakukan penelitian arsip-arsip mana saja yang perlu dimusnahkan atau dipertahankan,” ujarnya.

Untuk diketahui, selama tahun 2020 ini, Dispersip Kalsel sudah melakukan pemusnahan arsip sebanyak dua kali, yakni pada bulan April lalu sekitar 26 ribu dan November ini sebanyak 21 ribu.

banaranmedia.com