Dispersip jadikan kerajinan dekorasi ruangan tema talkshow virtual

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan jadikan trend kerajinan dekorasi ruangan sebagai tema talkshow virtual dan dinilai tepat di tengah pandemi COVID-19 yang melanda dunia.

Kepala Dispersip Kalsel Nurliani dalam siaran pers diterima Antara di Kota Banjarbaru, Rabu mengatakan, pihaknya tertarik mengangkatnya menjadi sebuah tema diskusi virtual menyesuaikan kondisi masyarakat.  “Sejak masa pandemi banyak orang harus bekerja dan sekolah dari rumah, memberi inspirasi pada bidang usaha produk dekorasi ruangan sehingga kami tertarik menjadikannya tema diskusi,” ujar Nurliani.

Ia mengatakan, produk perlengkapan dan dekorasi ruangan ramai diburu selama pandemi COVID-19 sehingga menjadi peluang bagi usaha kecil agar dapat menggunakan momentum meraih keuntungan. Disebutkan, bahannya memanfaatkan serat alami di sekitar sebagai bahan kerajinan yang diolah sedemikian rupa menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual cukup tinggi bahkan cukup banyak diburu peminatnya.
“Narasumber diskusi tren dekorasi ruangan dari serat alami sebagai peluang usaha di tengah pandemi adalah Martha Krisna ST diikuti peserta dari HSU, Malang, bahkan ada yang dari Riau,” ungkapnya.

Dikatakan Bunda Nunung sapaan akrab Nurliani, sebuah produk yang dikemas dengan literasi akan dapat menarik minat masyarakat serta menumbuhkan kepercayaan bagi pembelinya. “Perpustakaan sudah selayaknya hadir bertransformasi agar memiliki nilai dan kemanfaatan yang tinggi bagi masyarakat melalui pendekatan inklusif. Salah satunya melalui diskusi virtual ini,” sebut dia.
Dikatakan, perpustakaan harus mampu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk memperoleh semangat baru dan solusi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.

Melalui penguatan literasi individu diharapkan terjadi perubahan pengetahuan dan perilaku individu yang berdampak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.  “Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ditandai dengan adanya ketersediaan dan kemudahan akses bahan pustaka dan sumber informasi bermutu bagi masyarakat, demikian Nurliani.

kalsel.antaranews.com