Dispersip Gelar Talkshow Virtual Bertani Asyik Generasi Millenial

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan gelar talkshow virtual tentang teknik dasar hidroponik dan peluang usaha yang dikemas dengan tema bertani asyik generasi millenial.

Kadispersip Kalsel Nurliani dalam siaran pers diterima Antara di Kota Banjarbaru, Rabu mengatakan, sesuai tema talkshow dihadirkan pelaku usaha hidroponik di daerah maupun nasional sebagai narasumber.  “Kami juga menghadirkan pakar hidroponik dari Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat pada talkshow virtual yang akan digelar, Kamis (24/9),” ujar Bunda Nunung sapaan akrab Nurliani.

Ia mengatakan, talkshow virtual ke-16 yang digelar Dispersip Kalsel selama pandemi COVID-19 mengangkat tiga topik yakni teknik dasar hidroponik disampaikan Ketua Program studi Agronomi Fakultas Pertanian ULM Dr. Joko Purnomo S.P M.P

Kedua, topik Edible Flower yang akan disampaikan Owner Ijo Hydro dan pengusaha Edible Flower Bandung Eva Lasti Apriyani Madarona serta topik peluang usaha hidroponik diulas owner dr Farm Hidroponik Pelaihari dr. Toto Tri Hartanto.

Sementara itu, moderator talkshow kali ini menghadirkan Dosen Prodi Agronomi Fakultas Pertanian (Faperta) ULM Indya Dewi S.P. M.Si yang memiliki keahlian di bidang Keteknikan Pertanian.

Dikatakan Nurliani, regenerasi petani menjadi salah satu faktor kunci untuk kemajuan dan modernisasi pertanian karena melalui penggarapan lahan, proses produksi dan agrobisnis akan dijalankan kaum milenial yang bekerja lebih produktif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi. “Saat ini, generasi millenial bidang pertanian tak hanya sekedar bertani namun juga cerdas berwirausaha tani memanfaatkan teknologi digital. Hidupnya pertanian adalah hidupnya bangsa termasuk generasi milenial dan hari ini kita bicara pertanian yang maju mandiri dan modern,” ucapnya.

Ia berharap generasi millenial Banua (Kalsel) menjadi lebih cerdas dalam mencari peluang bisnis mulai dari mencintai dunia pertanian hingga makin menguasai pengembangan pertanian mulai hulu sampai hilir. “Apalagi dengan memanfaatkan teknologi digital sehingga di satu sisi pertanian akan semakin maju dan berkembang, disisi lain menjadi peluang usaha yang menjanjikan dan berbuah sukses,” katanya.

kalsel.antaranews.com