Dispersip Bangun Perpustakaan Khusus Disabilitas

Untuk mem­fasilitasi penyandang disabilitas, Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kalsel membangun perpustakaan baru khusus disa­bilitas/difabel. Pembangunan perpustakaan khusus disabilitas ini, merupakan wujud Dispersip Kalsel dalam mendukung misi Gubernur Kalsel, yaitu mengembangkan sumber daya manusia yang agamis, sehat, cerdas dan terampil dengan indikator utama terkait indeks pembangunan manusia yang agamis, sehat, cerdas, dan terampil dengan indikator utama terkait indeks pembangunan manusia.

Sekretaris Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimatan M Ramadhan SE ME AK CA mengatakan, pembangunan gedung perpus­takaan khusus penyandang disabilitas akan dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK). “­Alhamdulillah sudah dis­e­tujui usulan kami dan InsyaAllah mulai tahun 2021 pembangunan akan rampung,” kata Ramadhan.

Sementara, di sela mengikuti Diklat Kepemimpinan Tk II di Banjarbaru, Kepala Dispersip Kalsel Hj Dra Nurlaini MAP mengatakan, perpustakaan di kawasan A Yani Km 6 akan menambah gedung baru yang diperuntukkan bagi penyandang disailitas. Pembangunan gedung tersebut berada di belakang gedung perpustakaan. “Sebenarnya bangunan untuk ruang penyandang disabilitas jika memungkinkan bangunan utama yang sekarang saja disesuaikan, namun karena bangunannya tak memungkinkan, jadi kita putus­kan untuk membangun bangunan khusus,” katanya, Jumat (28/5).

Menurutnya, pembangunan perpustakaan untuk kaum disabi­litas itu mengacu Perda Nomor 60 tahun 2018 tentang Perlin­dungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Artinya, para penyandang disabilitas juga memiliki hak yang sama. Rencananya, gedung baru itu dilengkapi fasilitas membaca untuk tuna netra dan tuna rungu, serta infrastruktur pendukung kebutuhan pen­yandang disabilitas lainnya, sebut Nurliani yang akrab disapa Bunda Nunung ini. Gedung ini dibangun di kawasan Jalan A Yani Km 6,400, tepatnya di belakang Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, dengan dua lantai.

Bunda Nunung menjelaskan, beberapa waktu yang lama, lokasi pembangunan gedung tersebut pernah ditinjau Kepala Per­pustakaan Republik Indonesia Muhammad Syarie Bando, dan pembangunan gedung perpus­takaan khusus penyandang disabilitas akan dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bersumber APBN. “Pembangunan dilakukan pada 2020 dan diperkirakan selesainya pada 2021 ini, semoga dapat berjalan dengan lancar,” harapnya.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Per­pus­takaan, yang juga sebagai PPTK pembangunan gedung disabilitas/difabel Wildan Akhyar SE MSi, alokasi pembangunan gedung ini sebesar Rp 3.499.­933.000. “Diharapkan pembangunan gedung ini akan selesai pada akhir tahun 2021,” kata Wildan Akhyar.

matabanua.co.id