Dipersip Reboxing 6.000 Boks Usang Arsip Banjarbaru

Setelah melakukan pemusnahan 26.585 arsip di tahun ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel juga membenahi Kantor Depo Arsip di Banjarbaru sejak  Selasa (26/5).

Kegiatan melingkupi merenovasi toilet, mushala, ruang pertemuan dan ruang lobby, untuk kenyamanan serta penggantian 6.000 boks arsip yang sudah usang.

“Kami melakukan reboxing, sekaligus pendataan arsip  untuk pemusnahan tahap berikutnya,” ucap Kepala Dispersip Kalsel, Hj Nurliani Dardie

Tujuan reboxing, lanjut Bunda Nunung, sapaan akrabnya, untuk efisiensi ruangan maupun biaya pemeliharaan.

“Sebab setelah direboxing ini, akan dipilah lagi arsip yang bisa dimusnahkan di tahap selanjutnya untuk efisiensi. Karena jika arsip yang lama tidak dimusnahkan, memerlukan pemeliharaan yang banyak. Termasuk biaya fumigasi atau penyemprotan kumannya,” jelasnya.

Tahun ini dipersip sudah memusnahkan sedikitnya, 26.585 arsip dan merupakan pemusnahan terbesar sepanjang sejarah kearsipan Kalsel.

“Target kita 2021 sebanyak 28.000 arsip lagi,” imbuh Bunda Nunung.

Sementara menurut M Al Fajri, selaku Arsiparis Pelaksana Diseprsip Kalsel, dalam pemusnahan arsip tidak boleh dilakukan sembarangan. Namun ada prosedur yang harus dilakukan, yakni dengan melihat masa berlaku atau retensi masa arsip.

“Harus sesuai masa retensi arsip. Contohnya arsip keuangan itu masa retensinya 10 tahun dan arsip kepegawaian 5 tahun,” jelas M Al Fajri

Untuk proses pemusnahan, sambung M Al Fajri, dispersip membentuk tim penilai dan tim pemusnahan arsip dengan SK Gubernur. Kemudian tim bekerja melakukan penilaian terhadap arsip yang akan diusulkan untuk dimusnahkan.

“Kalau masa retensinya di atas 10 tahun, maka kita memerlukan persetujuan perpus nasional. Setelah nasional memberikan rekomendasi, maka nanti gubernur akan membuat SK lagi untuk penghapusan arsip,” bebernya.

banuapost.co.id