Di Bantu Staf Pelayanan Dan Tata Usaha Dispersip Kalsel Masih Kewalahan Dalam Memusnahkan Arsip Bekas

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pemusnahan arsip Kepegawaian Sekretariat Daerah Tingkat I Kalsel. Sebanyak, 26.5858 berkas dalam kurun waktu tahun 1973-1987. Arsip yang sangat banyak membludaka itu dimusnahkan dengan mesin penghancur kertas dan membutuhkan waktu satu bulan lebih, yang dilakukan di Depo Arsip Provinsi Kalsel di Banjarbaru. “Ini merupakan pemusnahan arsip terbesar sepanjang sejarah kearsipan di Provinsi Kalsel,” tutur Kepala Dispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie, Jum’at (22/5).

Dari 22 April 2020 silam. Sudah di mulai untuk pemusnahan namun, diakui oleh Bunda Nunung pekerjaan ini masih belum selesai. “Padahal petugas sudah lembur siang dan malam, bahkan sampai kita bantu dengan tenaga staf Pelayanan Perpustakaan dan Tata Usaha di Perpustakaan Palnam. Maklum, jutaan lembar yang harus dihancurkan, termasuk pula boks arsipnya yang sudah lapuk,” jelas mantan Kepala Perpustakaan Kota Banjarbaru ini. Bunda Nunung menambahkan, jumlah berkas terus bertambah selama 3 tahun terakhir. Di tahun 2018, jajarannya melakukan pemusnahan arsip Inspektorat Kalsel dari tahun 1992 hingga 2001 dengan jumlah 294 berkas.

Sementara, di tahun 2019, Dispersip Kalsel kembali melakukan pemusnahan arsip Biro Keuangan Sekretariat Wilayah Daerah Tingkat I Kalsel dari tahun 1963 hingga 1995 dengan jumlah 870 berkas. “Pemusnahan arsip yang kita musnahkan selama 3 thn terakhir meningkat tajam. Bahkan untuk tahun ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah pemusnahan arsip,” Pungkasnya.

infobanua.co.id