Depo Arsip Pemprov Kalsel di Banjarbaru Siap Musnahkan 26 Ribu Arsip Lama

Masa tanggap darurat sebagai imbas pandemi Covid-19 di Kalimantan Selatan dimanfaatkan Depo Arsip Banjarbaru untuk melakukan pembersihan dan berencana akan melakukan pemusnahan berkas. “Untuk Depo Arsip Provinsi Kalsel di Banjarbaru, kami memanfaatkan masa tanggap darurat ini dengan bersih-bersih depo sekalian re-boxing arsip-arsip statis,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie kepada Kanalkalimantan.com, Sabtu (18/4/2020).

Sembari melakukan pembersihan, Bunda Nunung -sapaan akrabnya- menambahkan, jajarannya juga menyeleksi arsip-arsip yang mana Jadwal Retensi Arsip (JRA) yang sudah lama habis. Sehingga, perlu dan harus dimusnahkan arsip-arsip yang sudah tidak mempunyai nilai guna.

“Pada tahun ini akan dilaksanakan pemusnahan arsip Biro Kepegawaian Sekretariat Daerah Tingkat I Kalsel dengan jumlah kurang lebih 26.585 berkas, dalam kurun waktu antara tahun 1973 sampai dengan tahun 1987,” jelas Bunda Nunung.

Pemusnahan berkas sendiri dilakukan, tujuannya yaitu efisiensi dan efektivitas penyimpanan arsip, baik dari segi sarana dan pemeliharaan. Arsip yang dimusnahkan sendiri, tidak memiliki daya guna, baik nilai guna hukum, informasi, sejarah, dan tidak ada peraturan yang melarang. “Arsip dimusnahkan karena telah melampaui jangka retensi atau simpan arsip,” kata Bunda Nunung. Di samping itu, pemusnahan arsip sendiri harus dilakukan karena secara administrasi, tidak lagi dipergunakan oleh pencipta arsip. “Sekarang kami sudah punya mesin penghancur keetas yang lumayan besar,” tandasnya.

Kanalkalimantan.com