Dekorasi Ruangan Ramai Diburu, Dipersip Kalsel Angkat sebagai Bahan Diskusi Virtual

Tren dekorasi ruangan yang semakin meningkat sejak masa pandemi dimana banyak orang harus bekerja dan sekolah dari rumah, memberi inspirasi pada bidang usaha produk dekorasi ruangan. Produk perlengkapan dan dekorasi ruangan juga ramai diburu. Hal ini peluang bagi usaha kecil agar dapat menggunakan momentum meraih keuntungan dari pemanfaatan serat alami yang ada di sekitar sebagai bahan kerajinan.

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel, Hj Nurliani, MAp, Rabu (2/9/2020), pihaknya tertarik untuk mengangkatnya menjadi sebuah tema diskusi virtual. Bersama Galleria Kriya yang merupakan UMKM pengrajin produk dekorasi ruangan berbahan serat alami seperti purun dan eceng gondok. Sebagai narasumber dalam diskusi tentang tren dekorasi ruangan dari serat alami sebagai peluang usaha di tengah pandemi adalah Martha Krisna, ST. Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Hulu Sungai Utara, Malang, bahkan ada yang dari Riau. Peserta pun aktif bertanya sampai waktu diskusi berakhir tanpa terasa.

Dijelaskan Bunda Nunung, panggilan akrabnya, sebuah produk yang dikemas dengan literasi akan dapat menarik minat masyarakat serta menumbuhkan kepercayaan bagi pembelinya. “Perpustakaan sudah selayaknya hadir bertransformasi agar memiliki nilai dan kemanfaatan yang tinggi bagi masyarakat melalui pendekatan inklusif,” ungkapnya. Perpustakaan, lanjut dia, harus mampu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk memperoleh semangat baru dan solusi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.

Dengan penguatan literasi individu, kata dia, akan terjadi perubahan pengetahuan dan perilaku individu yang akan berdampak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan. “Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ditandai dengan adanya ketersediaan dan kemudahan akses bahan pustaka dan sumber informasi bermutu bagi masyarakat,” tegas Bunda Nunung.

banjarmasin.tribunnews.com