Datangkan Ahlinya, Pewakilan 13 LKD dan 49 SKPD Pemprov Kalsel Dibekali Penyelamatan Arsip Pascabencana

Mendatangkan empat pemateri dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), puluhan peserta dari perwakilan 13 Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) se-Kalimantan Selatan (Kalsel) dan perwakilan 49 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel, diberikan pemahaman prosedur penanganan penyelamatan arsip pascabencana yang baik sesuai dengan perundangan-undangan.

Hal tersebut dilakukan dalam kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) gelaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, bekerjasama dengan ANRI, di salah satu hotel di Banjarbaru, Senin (05/04/2021).

Dispersip kalsel
Kadispersip Kalsel bersama Sekretarisnya M.Ramadhan menunjukan bahan praktik penyelamatan arsip kepada Wakil Ketua DPRD Kalsel

Salah seorang pemateri dari Arsiparis Madya ANRI, Madris menjelaskan, arsip merupakan bukti autentik yang harus dipelihara, karenanya pada kegiatan ini, pihaknya berbagi pengetahuan terkait prosedur yang tepat untuk menangani arsip yang rusak akibat bencana. “Prosedur yang perlu diperhatikan, yakni mulai dari proses evakuasi arsip, penguraian, pengeringan, dan membentuk kembali arsip yang rusak. Meskipun tidak sampai 100%, minimal kita bisa menjaga atau memulihkan fisik dan informasi sampai 90%,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dispersip Kalsel, Hj. Nurliani, dalam sambutannya menyampaikan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya prosedur penanganan penyelamatan arsip, serta agar terlaksananya pengelolaan arsip yang baik dalam kegiatan administrasi pada SKPD dan LKD masing-masing pascabencana.

“Pengelolaan arsip dinamis yang efektif dan efisien, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, pasal 6 huruf G, disebutkan, bahwa dalam rangka penanggulangan bencana, pemerintah bertanggung jawab terhadap pemeliharaan arsip atau dokumen autentik dan kredibel dari ancaman dan dampak bencana,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kalsel, M. Syaripuddin, yang membuka resmi kegiatan ini, mengapresiasi Dispersip Kalsel yang berinisiatif menggelar Bimtek dan praktik penyelamatan arsip pascabencana.  “Hal ini harus kita sambut positif, karena tidak jarang orang-orang menganggap kecil Dispersip ini. Saya ingin kedepannya, baik Dispersip tingkat provinsi maupun kabupaten/kota bisa lebih diperkuat lagi,” ungkapnya.

Ditambahkanbya, keberadaan dinas ini sangat diperlukan pemerintah daerah untuk memelihara arsip penting, terlebih akibat banjir yang melanda beberapa waktu lalu.

Sumber:jurnalkalimantan.com