Danrem 101 Antasari Jadi Narsum Talk Show Virtual Dispersip Kalsel, Bahas Tema Pemuda dan Literasi

Danrem 101 Antasari, Brigjen TNI Firmansyah tampil sebagai nara sumber talk show membahas tentang Pemuda dan Literasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan (Dispersip Kalsel), Senin (26/10/2020).

Dalam sambutannya, Kepala Dispersip Kalsel Hj Nurliani Dardie, menyatakan apresiasinya yang tinggi kepada Danrem 101 Antasari yang mengunjungi perpustakaan Dispersip Kalsel sekaligus daftar sebagai anggota perpustakaan. Ia juga mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Bapak M Syaripuddin ( Bang Dhin ) Wakil Ketua DPRD Prov Kalsel yang berkenan memenuhi permintaan kami untuk menjadi Narasumber Talkshow Virtual yang kedua kalinya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Prof Dr H Mujiburrahman MA, Rektor/Guru Besar Sosiologi Agama UIN Antasari yang sudah bersedia memenuhi permintaan kami untuk kedua kalinya menjadi Narasumber. “Kami sangat berharap semoga suatu saat nanti Bapak berkenan meluangkan waktu berkunjung ke sini,”ucap Hj Nurliani Dardie yang akrab disapa Bunda Nunung ini. “Terima kasih juga kepada Saudara Randu Alamsyah, penulis dan juga jurnalis, yang untuk kesekian kalinya berkenan jadi moderator,” tambahnya.

Ia mengatakan Dispersip Prov Kalsel telah Melaksanakan Talkshow Virtual yang ke-19 kalinya, Kali ini mengangkat tema  Pemuda dan Literasi. “Dengan Literasi persatuan sebagai kunci keselamatan bangsa menjadi poin penting disamping semangat pantang menyerah, sikap rela berkorban untuk satu kesatuan bangsa,” lanjutnya. Ia mengatakan intinya adalah tanpa Literasi persatuan tidak mungkin kita bisa berjuang bersama-sama. Tidak mungkin kita bisa bangkit bersama-sama karena modal yang paling utama adalah Literasi persatuan,” ucapnya.

Danrem 101/Antasari, Brigjend TNI Firmansyah, dalam pemaparannya mengatakan, literasi memiliki peran yang sangat penting dalam melawan virus asal Wuhan ini. “Penanganan virus ini, tak hanya terkait sistem Kesehatan, tapi juga tingkat literasi masyarakat. Masyarakat berliterasi cenderung lebih siap menghadapi dampak buruk pandemi,” ujarnya. Dikatakanya, literasi yang rendah berpotensi meningkatkan perilaku berisiko dan memperburuk kesehatan. Selain itu, literasi kesehatan juga berpengaruh terhadap ongkos kesehatan.

Pada masa pandemi, literasi keseharan sangat dibutuhkan, apalagi biasanya terjadi infodemik, yakni istilah untuk menggambarkan kesemrawutan lalulintas informasi yang membuat masyarakat dilanda kepanikan. “Masyarakat dengan tingkat literasi rendah akan lebih berat menghadapi virus korona. Literasi diperlukan dalam tindakan untuk mengatasi masalah kehidupan, meningkatkan kualitas hidup, dan memperbaiki kesejahteraan,” jelas Pati TNI bintang satu ini.

Diakhir pemaparannya, Danrem memberi beberapa saran, yaitu tidak panik dan gunakan nalar kritis dalam melihat, mendengar dan membaca informasi tentang Covid-19. “Mencari tahu secara mendalam cara mencegah, menghindari dan mengobati jika terpapar. Bantu kerja satgas Covid-19 dengan bersikap ramah, peduli dan empati pada dokter, tenaga medis, TNI-Polri, termasuk kepada pasien dan jenazah Covid,” pungkasnya.

banjarmasin.tribunnews.com