Contoh Standar Perpustakaan Daerah di Perpustakaan Palnam

Penulis kaliber nasional, Prie GS saat ke Banjarmasin untuk menjadi pembicara dalam event ‘Berkah Membaca Bersama Budaya Sang Penggoda Indonesia’ juga menyempatkan berkunjung ke Perpustakaan Palnam.
Prie yang didampingi sang istri saat masuk ke dalam perpustakaan sempat terkejut. Kondisinya yang rapi, bersih, berdisiplin dan berbudaya pelayanan membuat pria kelahiran Kendal, Jawa Tengah, 3 Februari 1964 ini terperangah.
Menurut Prie, desain interior, eksterior yang ditampilkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel sangat bagus.
“Setidaknya begini mestinya standar¬† kualitas perpustakaan di setiap daerah, menggambarkan martabat budaya membaca,” ujarnya.

Kata Prie, Kalsel boleh berbangga dengan keadaan perpustakaan.  Desain perpustakaan dan pelayanan petugas yang sangat ramah membuat pengunjung betah.

“Saya dan istri dengan cepat telah memiliki kartu anggota di sini. Cepat sekali prosesnya dan mengesankan kesiapan mereka,” tuturnya.

Sementara penuturan Tista yang tak lain adalah manajer sang budaywan menambahkan, selama ini ia belum pernah melihat dan mendatangi perpustakaan yang ditata dan dikelola demikian serius seperti Perpustakaan Palnam. Pelayanan cepat, ramah dan suasana ruangan berasa di rumah sendiri.
“Saya merasa ini perpustakaan pribadi, saya berharap bunda Nunung juga membangun tata nilai di dalam perpustakaan sehingga suatu saat ketika Bunda sudah tidak menangani
perpustakaan lagi, warisan itu tetap selalu ada,” harapnya.
Kepala Dispersip Kalsel, Hj Nurliani Dardie mengatakan renovasi interior dan eksterior perpustakaan merupakan cara yang harus dilakukan untuk menarik pengunjung.
“Saya rasa siapapun bisa, yang penting mau berusaha,” pungkasnya.
Sumber : reportasekalimantan.com