Catat Tanggalnya! Zoom Meeting Penyelamatan Arsip Pasca Bencana

Bencana banjir di Kalimantan Selatan tak hanya berdampak pada keselamatan manusia, tetapi juga mengancam keselamatan arsip di seluruh pencipta arsip, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Kalsel.

Melihat kondisi itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel menyiapkan langkah strategis dampak kerusakan arsip dan tindakan preventif menghadapi bencana serupa yang kemungkinan terjadi belakang hari. Upaya itu dilakukan dengan melalui webinar nasional Penyelamatan Arsip Akibat Bencana pada tanggal 17 Maret mendatang. “Keberadaan arsip tersebut turut terancam keselamatannya akibat bencana banjir, padahal arsip merupakan aset berharga bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Kepala Dispersip Kalsel, Dra Hj Nurliani Dardie, Kamis (4/3/2021).

Arsip merupakan aset yang sangat berharga dan menunjukkan hak-hak keperdataan rakyat, sehingga keberadaannya harus diamankan, dilindungi, dan diselamatkan. “Ini menjadi webinar Dispersip Kalsel yang ke-24 selama pandemi. Pandemi tidak boleh membuat tujuan dan target berubah, hanya strategi saya yang menyesuaikan dengan situasi dan kondisi,” aku Kadispersip Kalsel.

Sebagaimana diamanatkan UU 43/2009 tentang Kearsipan Pasal 34 Ayat 6 bahwa perlindungan dan penyelamatan arsip akibat bencana yang tidak dinyatakan sebagai bencana nasional dilaksanakan oleh pencipta arsip, arsip daerah provinsi, dan/atau arsip daerah kabupaten/kota yang berkoordinasi dengan BNPB.

Pada pelaksanaan webinar, Dispersip Kalsel menggandeng Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dengan menghadirkan dua narasumber berkompeten yakni Direktur Preservasi ANRI, Kandar, dan Arsiparis Penyelia ANRI, Kadir.

Sumber:kanalkalimantan.com