Bupati Tapin Dukung Gerakan Gemar Membaca Kalimantan Selatan

Bupati Tapin, Kalimantan Selatan, HM Arifin Arpan mendukung program gerakan gemar membaca bagi pelajar dan masyarakat yang kini digalakkan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalimantan Selatan.

Menurut Bupati di Rantau Senin, gerakan membaca harus kembali digaungkan untuk mengurangi kegiatan pelajar main gedget dan meningkatkan pengetahuan serta wawasan masyarakat.

“Gerakan gemar membaca melalui perpustakaan keliling, untuk merangsang masyarakat dan pelajar membaca buku sangat positif untuk terus dikembangkan,” katanya.

Staf Pelayanan Dinas Perpustakaan Dan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Khusnul Khatimah mengatakan, saat ini pihaknya terus berupaya mendorong pelajar dan masyarakat untuk gemar membaca melalui perpustakaan keliling.

“Kami mencoba melaksanakan program ini dengan lebih kreatif, sehingga menarik minat anak-anak untuk datang ke perpustakaan keliling,” katanya.

Salah satu upaya untuk menarik minat anak-anak saat perpustakaan keliling hadir pada acara Tapin Art Festival 2019, dengan menampilkan Badut Elsa.

Keberadaan Badut Elsa tersebut, membuat anak-anak antusias dengan keberadaan perpustakaan keliling.

“Setiap hari selama berada di Tapin mobil pustling terus bergerak untuk menyapa anak-anak sekolah di wilayah tersebut dan hasilnya, anak-anak sangat antusias.” katanya.

Apalagi tambah dia, keberadaan badut Elsa, Sopia dan Marsya yang hadir untuk ikut mengajak anak-anak membaca buku, membuat mobil perpustakaan keliling diserbu anak-anak.

Selain di lokasi pameran, mobil perpustakaan keliling juga mengunjungi beberapa sekolah di daerah tersebut, antara lain, SDN Marampaiau dan Marampaiau Hilir.

Berbagai macam buku yang telah disiapkan khusus untuk anak, mulai dari tahapan cara membaca, majalah bergambar hingga buku cerita, menjadi daya tarik untuk menumbuhkan minat membaca dan menambah wawasan pengetahuan bagi anak

Khusnul Khatimah mengatakan, setiap hari perpustakaan keliling terus melakukan jemput bola, untuk menjangkau masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dari perpustakaan.

Setiap kali kunjungan, tambah dia, isi buku yang akan diberikan selalu berbeda, disesuaikan dengan sasaran pengunjung mobil perpustakaan, apakah anak-anak, mahasiswa bahkan masyarakat umum.

Kegiatan jemput bola perpustakaan keliling ini sangat efektif menarik minat baca, karena selain menghibur dengan adanya badut, para anak didik juga antusias memilih buku, walau hanya sekedar melihat gambar, atau mendengarkan cerita yang dibacakan orang tuanya.

 

Sumber : ANTARA KALSEL