Bunda Nunung sumringah diajak panen di kebun Lapas Pelaihari

Kedatangan rombongan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan ke Rumah Tahanan Klas IIB Pelaihari kembali mendapat sambutan hangat jajaran lembaga pemasyarakatan itu.  Kali ini, rombongan Dispersip Kalsel dipimpin langsung pucuk pimpinannya yakni Nurliani Dardie yang khusus membawakan buku-buku bacaan koleksi Perpustakaan Daerah Kalsel (Perpus Palnam), Selasa (7/7).

Sama seperti kunjungan pertama lalu, rombongan diajak panen sayur dan buah-buahan di kebun samping rutan yang dikelola warga binaan setempat sehingga membuat Bunda Nunung senang bukan kepalang.  Pejabat perempuan di lingkungan Pemprov Kalsel itu dibuat sumringah karena bisa langsung panen sayuran dan buah-buahan apalagi setelah ikut memetik langsung sayuran kesukaan yakni terong pipit.

Selain terong seukuran kelereng itu, juga ada daun pepaya, kembang kates, ubi kayu dan buah-buahan yang jadi “buah tangan” rutan untuk rombongan Bunda Nunung seperti pepaya, pisang, naga dan markisa.

Sebelum diajak Kepala Rutan Budi Suharto ke kebun, Bunda Nunung juga melihat-lihat hasil kerajinan warga binaan berupa meubel unik berbahan baku daur ulang dari botol air mineral bekas ukuran 1,5 liter.

Harga kerajinan tangan itu dipatok sebesar Rp 400 ribu untuk satu set meubel unik ukuran besar terdiri dari 1 meja dan empat kursi dan Rp300 ribu ukuran kecil hingga membuat Bunda Nunung tertarik dan membelinya.

Kedatangan rombongan Dispersip Kalsel ke Rutan Klas II Pelaihari itu merupakan kali kedua. Tujuannya sama mengantarkan buku koleksi untuk melengkapi bahan bacaan di perpustakaan rutan setempat.
“Peminjaman buku koleksi Perpus Palnam adalah program perpustakaan keliling Dispersip menambah buku di perpustakaan lapas dan rutan agar warga binaan bisa mengisi waktu ditengah pandemi COVID-19,” ucap Bunda Nunung.

Disebutkan, sebanyak 400 buku yang dipinjamkan Dispersip Kalsel, Selasa (23/6/2020), hanya 60 buku yang dikembalikan karena sisanya masih belum habis dibaca secara bergantian oleh warga binaan. Kemudian kunjungan kedua, Selasa (7/7), Dispersip menambah koleksi buku pinjaman ke rutan sebanyak 250 buah sesuai kebutuhan warga binaan seperti buku-buku agama, ketrampilan, berkebun dan bacaan novel.

 

kalsel.antaranews.com