Berkunjung ke Perpustakaan Palnam, Nadia Mulya Buka-Bukaan Awal Menjadi Penulis

Siapa yang tidak mengenal Nadia Mulya? Selain sebagai presenter televisi nasional, ibu empat orang anak itu kini lebih serius dalam dunia penulis.

Sudah lebih lima buku yang ditulisnya, satu diantaranya berjudul ‘Media Sosialita: Eksis Narsis Jadi Daring Darling’.

Tetapi banyak yang tidak tau bagaimana awal Nadia Mulia menjadi seorang penulis hingga kini namanya cukup diperhitungkan.

Nah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel berkesempatan membantunya untuk berbagi kepada ratusan mahasiswa, Senin (4/11).

Pada kesempatan itu, Finalis Miss Indonesia 2004 bercerita lebih mendalam perihal kesenangannya dalam menulis.

Semua berawal dari ketertarikannya membaca buku itulah yang kemudian mendorong Nadia terjun menjadi seorang penulis.

Dia memilih jadi penulis yang menyajikan gaya bercerita dengan cara yang ringan, agar informasi bisa mencapai sasaran. “Itu diuntungkan karena kita lebih dominan membaca buku dan mengaplikasikan menulis dengan tangan ketimbang mengetik di smartphone,” ujar Nadia.

Nadia melanjutkan keseringan membaca buku lebih mewajibkannya menulis suatu memo dalam selembar kertas, ketimbang di smartphone atau gadget.

Rajin menulis dengan tangan membuat kemampuan kognitif seseorang semakin terasah.

Namun ada perbedaan yang sangat signifikan antara memproses informasi ditulis dan diketik pada gadget.

Menulis personal touch lebih praktis, karena memang difungsikan mempermudah seseorang dalam membaca suatu artikel.

Namun Nadia tak beranggapan begitu. Setiap harinya, dirinya lebih memilih membawa pulpen dan kertas yang diselipkan di bagian buku.

Seringkali ada ide cerita yang keluar diwaktu santai, Nadia sesegera mungkin membukukan di selembar kertas.

Terlebih penulis seperti dirinya sering tak memiliki jadwal tetap. Namun dari kegiatan menulis di kertas kelihatan bisa melihat kepribadian seseorang itu sendiri.

“Biasanya orang membaca artikel di gadget langsung ringkas mau keintinya aja, itu tidak bisa kita ambil didalam buku. Ide bisa hilang kapan saja, olehnya kita tulis dulu di kertas agar tak hilang,” terangnya.

Ratusan pengalaman yang dirasakannya masih dianggap Nadia tak pantas dibilang sebagai seorang penulis terkenal.

Sebab buku yang ditulisnya dengan kebanyakan adalah cerita non fiksi. Tapi, ia mengakui buku yang dikeluarkannya kerap bersentuhan langsung sekaligus bermanfaat agar dirasakan masyarakat.

“Aku pengennya sharing dan semoga membaca bisa mendapatkan semua manfaat dari buku itu,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie menerangkan kehadiran Nadia Mulya untuk menjadi daya tarik agar masyarakat berkunjung ke Perpustakaan Palnam.

“Setiap hari pasti ada, tapi dengan kehadiran Nadia ini buktinya terus bertambah pengunjung datang,” harapnya.

Demi memajukan program literasi, Dispersip Kalsel bakal mengundang Najwa Shihab pada 5 Desember 2019.

Sumber : apahabar.com