Beri Inspirasi Bidang Usaha Produk Dekorasi, Dispersip Kalsel Hadirkan Martha Krisna

Diketahui tren dekorasi ruangan semakin meningkat sejak masa pandemi dimana banyak orang harus bekerja dan sekolah dari rumah. Memberi inspirasi pada bidang usaha produk dekorasi ruangan. Ternyata selain produk alat pelindung diri dan produk kesehatan Produk perlengkapan dan dekorasi ruangan juga cukup dicari oleh masyarakat banyak. Inilah peluang bagi usaha kecil agar dapat menggunakan momentum meraih keuntungan dari pemanfaatan serat alami yang ada di sekitar sebagai bahan baku kerajinan.

Karena sebuah produknya yang dikemas dengan literasi akan dapat menarik minat masyarakat

“Untuk itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan tertarik untuk mengangkatnya menjadi sebuah tema diskusi virtual, dan menghadirkan narasumber Martha Krisna, ST., Pemilik Galleria Kriya yang merupakan UMKM pengrajin produk dekorasi ruangan berbahan serat alami seperti purun dan eceng gondok.,”ujar Kepala Dispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie M.AP, Kepada tajam.news, Kamis (3/9).

Pada tanggal 1 September 2020 menghadirkan beliau untuk diskusikan tentang tren dekorasi ruangan dari serat alami sebagai peluang usaha ditengah pandemi. “Alhamdulillah pesertanya berasal dari berbagai daerah seperti Hulu Sungai Utara, Malang, bahkan ada yang dari Riau. Peserta pun aktif bertanya sampai waktu diskusi berakhir tanpa terasa dan berjalan dengan sukses dan lancar.

Karena sebuah produknya yang dikemas dengan literasi akan dapat menarik minat masyarakat serta menumbuhkan kepercayaan bagi pembelinya. Perpustakaan sudah selayaknya untuk bertransformasi agar memiliki nilai dan kemanfaatan yang tinggi bagi masyarakat melalui pendekatan inklusif, perpustakaan juga harus mampu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk memperoleh semangat baru dan solusi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.

“Dengan begitu, penguatan literasi individu maka akan terjadi perubahan pengetahuan dan perilaku individu yang akan berdampak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan.

Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ditandai dengan adanya ketersediaan dan kemudahan akses bahan pustaka dan sumber informasi bermutu bagi masyarakat,”tutupnya.

tajam.news