Berbincang dengan Rachmi Nafissa Ramadhan, Duta Baca Kalsel 2019

Kegemaran membaca majalah anak-anak sejak kecil membuat Rachmi Nafissa Ramadhan akhirnya terpilih sebagai Duta Baca Provinsi Kalsel 2019.

Ditemui usai ikut lomba Pemilihan Duta Baca Tingkat Provinsi Kalsel yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalsel, baru-baru tadi, gadis kelahiran Tabalong, 1 Desember 2000 ini tampak ceria. Mengenakan kemeja lengan panjang dan rok panjang, dia ramah menyambut penulis.

Icha, demikian panggilan Rachmi Nafissa Ramadhan, menceritakan kalau dia sudah hobi membaca buku sejak lama. Ayah dan ibunya sering membelikan buku dan majalah bacaan untuknya, diantaranya majalah Bobo dan Tiko. Hal ini akhirnya membuat putri dari pasangan Pakhriev Ikhwansyah dan Rubiati ini menjadi anak yang gemar membaca.

“Saya paling suka sejarah dan buku cerita, sekarang berkembang, novel dan biografi. Buku-buku seperti itu yang sering saya cari di perpustakaan,” ucapnya yang mengatakan jika tak mendapatkan bukunya, dia juga membaca buku bentuk digital (e-book).

Meski disibukkan dengan kegiatan di sekolah dan kampus, namun lulusan SMA 1 Tanjung ini mengaku selalu menyempatkan waktu untuk selalu membaca. Dalam membaca, Icha memiliki target. “Kalau bisa satu harisatu buku, tapi sekarang sanggup nya cuma sampai 50-100 lembar per hari,” ucapnya tersenyum.

Hobi membacanya inilah yang akhirnya membawanya ke Pemilihan Duta Baca Kalsel 2019. Icha mengatakan lomba seperti itu tidak asing baginya. Remaja yang punya cita-cita menjadi Menteri ini pernah ikutan lomba serupa di Kabupaten Tabalong tahun 2017 silam. Dia berhasil terpilih sebagai juara pertama.

Tahun ini saat Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kalsel menggelar Pemilihan Duta Baca Kalsel 2019. Icha menjadi utusan dari Dispersip Tabalong untuk ikut mewakili Kabupaten. Awalnya dia sempat tak yakin karena yang ikut pasti punya pengalaman segudang. Meski demikian, dia menekan rasa mindernya dan akhirnya ikut berkompetisi di level provinsi.

Dia pun mulai mencari resensi buku-buku yang berkaitan dengan perpustakaan. Berbagai hal tentang kepustakaan dipelajari. Rupanya upaya yang dilakukan tidak sia-sia, Icha akhirnya berhasil menyisihkan 26 orang perwakilan dari tiap kabupaten/kota di Kalsel. “Tidak menyangka, ternyata dapat juara pertama,” ucapnya bersyukur.

Sekarang, untuk menghadapi lomba di tingkat nasional, Icha kembali memperdalam materi tentang buku, literasi dan perpustakaan. Dia mengaku akan memberikan yang terbaik bagi Kalsel.

Icha menilai dunia literasi di Kalsel sudah mengalami peningkatan. Misalnya saja perbaikan fasilitas yang tersedia. Pemerintah sudah mulai memfasilitasi kampanye literasi. Bahkan masyarakat juga sudah mulai tumbuh kepeduliannya. Banyak muncul relawan-relawan literasi. Contohnya, Komunitas Ambin Baca, Tikar Baca, dan sebagainya. Mereka-mereka itu beberapa diantara masyarakat yang peduli terhadap literasi di Kalsel. Ada lagi perpustakaan keliling dan trail pustaka yang diinisiasi Dispersip Kalsel.

“Setelah terpilih ini Icha punya program untuk menyebarkan virus literasi di lingkup terdekat dulu, dari teman sekolah, teman sanggar dan teman sosial media,” ujarnya yang menilai peran orang tua sebenarnya sangat penting untuk membuat anak suka membaca. Hal ini sebagaimana pengalamannya dulu. Jika orang tua tidak membiasakan membaca, mungkin dia tidak akan suka membaca.

“Artinya, jika literasi orangtua rendah, otomatis literasi anaknya berkemungkinan rendah. Pastinya kita semua tidak menginginkan hal itu terjadi pada generasi muda mendatang,” ucapnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalsel Nurliani Dardie Hj Nunung mengatakan lemahnya minat baca seharusnya menjadi kepedulian bersama. “Meski sudah ada pemilihan Duta Baca setiap tahun, tetapi semua orang seharusnya menjadi duta baca secara informal agar semua masyarakat menjadi hobi membaca,” ucapnya.

Nurliani mengatakan tantangan mengembangkan minat baca di zaman digital memang berat. Tetapi dengan upaya dan kampanye yang dilakukan terus-menerus, lambat laun masyarakat akan mulai gemar membaca buku. “Kita bergerak dan bekerja nyata untuk dunia literasi Kalsel,” ajaknya bersemangat.

 

Sumber : Pro Kalsel