Banyak Perpus di Kalsel Tak Penuhi Standar, Intip Siasat Dispersip

Sampai saat ini, rupanya masih banyak perpustakaan di Kalimantan Selatan yang belum memenuhi standar.

Maka tak salah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Selatan (Dispersip Kalsel) menggelar Bimbingan Teknis Pendataan Perpustakaan Sekolah SMP dan SMA/Sederajat.

Dihadiri para kepala sekolah dan pengelola perpustakaan sekolah SMP, SMA-Sederajat se-Kalsel, kegiatan digelar di salah satu hotel di kawasan A Yani KM 5, Banjarmasin Selatan, Senin (2/3) sampai esok hari.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie bilang bimtek ini agar pihaknya dapat mendata secara valid jumlah perpustakaan yang ada di Bumi Lambung Mangkurat saat ini. Selanjutnya mereka akan dibimbing untuk meningkatkan akreditasinya dengan standar yang ada.

Nurliani tak menampik bahwa saat ini masih banyak perpustakaan di Kalsel yang belum memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP).

“Pada tahun kemarin, ada 23 pendaftar dan yang lulus dalam predikat A, B dan C hanya 19,” katanya. “Masih sangat banyak yang belum memenuhi standar.”

Menurutnya, selama ini ketidaktahuan para pengurus perpustakaan tentang sarana-prasarana sendirilah yang menjadi kendala mengapa mereka belum memenuhi kriteria.

Maka dari itu, kata dia, pembinaan perlu terus digelar sekaligus untuk meningkatkan pemahaman pengurus perpustakaan dalam hal cara mengelola serta apa saja sarana dan prasarana yang harus ada dalam sebuah perpustakaan.

“Kita berharap supaya yang masih belum memenuhi standar agar bisa mengikuti dan yang akreditasinya B dan C juga bisa kembali meningkatkan lagi,” harapnya.

Sementara itu, salah satu peserta Bimtek merupakan sekolah MAN 2 Banjarmasin. Kepala Sekolah MAN 2 Banjarmasin, Naimah berujar, untuk mengikuti penilaian standar itu, pihaknya telah menyiapkan fasilitas buku, tempat duduk serta taman di perpustakaan sekolahnya.

“Sekarang sedang membangun kursi yang muat kurang lebih 50 anak-anak untuk membaca, koleksi sekitar 1.000 buku,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, di sekolahnya juga dilakukan praktek literasi yang diikuti oleh para siswa. “Diikuti oleh 200 siswa perharinya,” tuturnya.

apahabar.com