BANUA BANGKIT. Antar Banpres, Tawarkan Pekerjaan ke Anak Korban Meninggal Dunia Banjir Bandang HST

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan aksi nyata misi kemanusiaan. Kadispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie bersama staf Dispersip Kalsel menyampaikan langsung Bantuan Presiden Jokowi kepada para korban banjir bandang di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (2/3/2021).

Penyerahan bantuan dari Presiden RI diawali kepada para korban banjir bandang di desa Bulayak, Kecamatan Hantakan. Selain menyerahkan bantuan yang diamanahkan oleh Gubernur Kalsel dari Presiden RI, Dra Hj Nurliani Dardie juga menyerahkan bantuan pribadi berupa alat-alat perlengkapan sholat, sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban banjir bandang.

“Bencana kali ini memang sangat parah, kita sabagai mana sesama umat manusia, sudah seharusnya saling membantu. Walaupun tidak bisa mengganti seluruh kerugian dari para korban, setidaknya kita bisa meringankan beban dan memberikan mereka semangat atas apa yang terjadi,” ucap Kadispersip kepada Kanalkalimantan.com yang ikut langsung mendampingi, Rabu (3/2/2021).

Setelah dari Desa Bulayak, tim Dispersip Kalsel melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi keluarga korban yang meninggal dunia di Desa Murung Kecamatan Hantakan, saat bencana banjir bandang terjadi di HST.

 

 

Didampingi Sertu Sanu dari Koramil 1002-7/Pagat, tim Palnam Peduli menuju kebrumah almarhum M Rafii, salah satu korban meninggal dunua, untuk menyampaikan belasungkawa dan menyerahkan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan. Selain itu juga menyerahkan bantuan kepada bibi dari korban, perempuan lansia ini juga kehilangan rumah satu-satunya yang ia miliki. Korban berikutnya yang sempat didatangi, yaitu almarhum Kurtubi yang juga meninggal dunia bersamaan dengan alamarhum M Rafii. Kurtubi meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak, kondisi keluarga yang ditinggalkan terbilang cukup memprihatinkan, karena satu-satunya tulang punggung keluarga berpulang selama-lamanya.

Melihat kondisi tersebut, membuat hati dari Bunda Nunung tersentuh dan tergerak, sehingga mengajak anak tertua dari almarhum Kurtubi bernama Maulana yang baru saja lulus SMA, untuk ikut serta kerja bersama Bunda Nunung. Sehingga Maulana bisa membantu dan menghidupi ibu dan kedua adiknya pengganti ayahnya.

Mendapatkan perlakuan dan bantuan dari Bunda Nunung, membuat keluarga yang ditinggalkan menjadi terharu dan berterimakasih atas bantuan dari Bunda Nunung.

“Kami juga bingung seperti apa hidup kedepannya, karena selama ini, cuma mengandalkan almarhum ayahnya. Mendengar dan mendapat dari ibu, saya sangat bersyukur, karena kalau Maulana bisa bekerja, mudah-mudahan ia bisa membantu membiayai kedua adiknya,” ucap haru dari istri almarhum Kurtubi.

“Kita harus saling bantu sesama, semampu dan sebisanya sesuai kemampuan masing-masing. Daya tidak tega melihat kondisi keluarga yang ditinggalkan, jadi coba saya tawarkan pekerjaan, supaya Maulana juga bisa mempunyai masa depan yang bagus dan bisa membantu biaya untuk keperluan hidup keluarga,” tutur Bunda Nunung.

Setelah menyerahkan bantuan dan memberikan semangat untuk keluarga yang ditinggalkan. Tim Dispersip pun berpamitan kepada keluarga korban dan melanjutkan perjalanan.

Sumber : kanalkalimantan.com