Bahas Potensi Tanaman Rawa, 3 Ahli Rawa Ini Siap Berbagi Ilmu di Talkshow Virtual

Kalimantam Selatan memiliki potensi lahan rawa yang sangat menjanjikan, baik rawa pasang surut maupun rawa lebak. Salah satu sumber daya alam lahan rawa yang belum dimanfaatkan secara optimal yaitu tanaman teratai, padahal teratai adalah bunga rawa sejuta pesona. Saat ini masyarakat Kalsel hanya memanfaatkan bijinya saja. Biji talipuk sebutan akrab tanaman teratai oleh warga Hulu Sungai Utara (Amuntai) dapat dimanfaatkan sebagai tepung maupun bahan baku pembuatan makanan khas Banjar yaitu bipang talipuk.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan Dra Hj Nurliani Dardie mengatakan, Dispersip Kalsel akan menghadirkan 3 Srikandi Rawa di Talkshow Virtual bersama Dispersip Kalsel pada 7 September 2020 mendatang.

Bunda Nunung, sapaan akrabnya juga mengatakan, diadakannya talkshow ini untuk ketersediaan dan kemudahan akses bahan pustaka dan sumber informasi yang bermutu, masyarakat dapat memanfaatkan perpustakaan untuk berbagi pengalaman dan melatih keterampilan. Agar memperoleh keahlian dan pekerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan, perpustakaan menjadi ruang sinergisitas kegiatan kemasyarakatan di daerah agar bermanfaat dan berdampak di lingkungan masyarakat.

Ketika dikonfirmasi terkait alasan Perpustakaan Palnam mengangkat tanaman teratai, ia mengatakan bahwa dengan adanya acara ini kita dapat mengetahui tentang potensi bunga teratai yang saat ini terabaikan begitu saja Padahal potensi bunga teratai untuk kesejahteraan masyarakat Banua sangat menjanjikan. “Karena itu kami akan menghadirkan 3 Srikandi Rawa yang merupakan peneliti tanaman teratai di Kalimantan Selatan,” kata Bunda Nunung, Selasa (11/8/2020)

Ketiga srikandi yang dimaksud Bunda Nunung tersebut adalah Dr Ir Rita Khairini MP (Dosen Prodi Teknologi Hasil Perikanan FKP ULM) yang akan membahas mengenai sejarah dan pengolahan teratai, Dr Yuspihana Fitrial S.Pi MSi (Dosen Prodi Teknologi Hasil Perikanan FKP ULM) yang akan membahas kandungan gizi dan potensi teratai sebagai bahan pangan fungsional, dan Bakti Nur Ismuhajaroh SP MP (Dosen Prodi Agronomi Faperta ULM/Kandidat Doktor Mahasiswa S3 dari Faperta UGM) yang akan membahas tentang Botani dan potensi pengembangan tanaman teratai di rawa lebak. “Jadi narasumber kita ini memang orang yang sangat berkompeten di bidang tanaman teratai, jadi bunda mengimbau jangan sampai ketinggalan talksow virtual bersama 3 Srikandi Rawa kali ini,” tandas Bunda Nunung.

kanalkalimantan.com