Ayo Dapatkan 1.000 Buku Gratis di Di Perpustakaan Daerah Kalimantan Selatan

Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalimantan Selatan menggelar Pal 6 Books Super Sale 2017 di halaman kantor yang berada di Jalan Ahmad Yani Kilometer 6 (Pal 6), Banjarmasin. Dibuka sejak 26 November lalu, bazar buku murah dan bagi-bagi 1.000 buku gratis itu akan berakhir pada 31 Januari 2018.

Kepala Dispursip Kalsel, Nurliani H Dardie, mengatakan bazar buku murah dengan mendatangkan dua kontainer berisi buku dari Yogyakarta dan Jakarta. Menurut dia, kegiatan semacam itu bertujuan meningkatkan minat baca warga Kalimantan Selatan dengan menawarkan aneka buku bacaan berharga murah.

“Banyak dosen dan masyarakat yang berburu buku-buku lama di sini. Harganya miring karena stok lama, tapi kualitasnya bagus-bagus. Kami juga bagikan 1.000 buku bacaan anak-anak kepada PAUD, TK, dan panti asuhan se-Kalsel,” kata Nurliani Dardie saat pembukaan resmi Pal 6 Books Super Sale 2017, Sabtu (2/12/2017).

Bunda Nunung—sapaan akrab Nurliani Dardie—menuturkan pembagian gratis 1.000 buku itu dengan konsep satu siswa berhak memilih satu judul buku bacaan. Menurut dia, ada kemungkinan Pal 6 Books Super Sale 2017 diperpanjang bila animo masyarakat terus membeludak mencari buku.

Ia mengklaim jumlah keanggotaan Dispursip Kalsel terus melonjak seiring banyaknya kunjungan ke kantor tersebut. Bunda Nunung berharap realisasi itu berjalan linier dengan tingginya minat baca buku di Kalsel. “Tapi belum tentu mereka pinjam buku, ada yang hanya baca-baca di sini,” dia berujar.

Di sela bazar buku, ada lomba mewarnai dan menggambar. Acara pembukaan turut diisi oleh atraksi joget boca-bocah cilik. Agenda semakin meriah dengan penampilan pendongeng Enik Mintarsih yang beraksi di hadapan hadirin.

Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Gusti Burhanuddin, merespons positif agenda bazar buku murah karena pararel dengan upaya peningkatan minat baca masyarakat. Menurut dia, budaya literasi mesti digencarkan demi mencetak kualitas SDM yang handal di tengah persaingan ketat dan perkembangan teknologi.

“Kami berkomitmen menyediakan bahan buku bacaan murah sebagai upaya meningkatkan minat baca. Kalau bisa acara ini rutin digelar. Kalau rutin, dunia perbukuan terus meningkat dan membentuk budaya literasi,” kata Gusti Burhanuddin, sambil meminta seluruh komponen masyarakat terus menggencarkan budaya baca sejak usia dini.

 

Sumber : Kabar Kalimantan