Asyiknya Membuat Mahkota Origami Bersama Instruktur Origami Indonesia Maya Hirai

Suasana seru berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Provinsi Kalsel, Sabtu (25/2/2017).

Maya Hirai, instruktur origami Indonesia dari School Of Origami Indonesia dan Sanggar Origami Indonesia begitu semangat pada acara workshop Origami.

Digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Provinsi Kalsel bekerjasama dengan TP PKK Provinsi Kalsel, Maya yang merupakan peraih banyak rekor Muri dalam bidang Origami ini tidak hanya memberikan materi tapi juga praktik langsung.

Workshop berlangsung selama tiga jam, peserta antusias saat melakukan praktik.

“Bunda juga ikut praktik buat mahkota, bikin macam-macam origami binatang. Itu mahkota buatan bunda sendiri,” ucap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel Hj Nurliani kepada BPost online.

Sebelumnya pada kesempatan itu Maya juga memaparkan tentang sejarah dan perkembangan origami di Indonesia.

Kegiatan ini pertama diadakan di dinas perpustakaan dan kearsipan provinsi kalsel, setelah tahun kemarin sukses di adakan Pustarda Banjarbaru.

Sekilas kisah sosok Maya Hirai, memang tak bisa lepas dari dunia origami atau seni melipat kertas dari Jepang.

Saat ini, di Indonesia, perempuan bernama asli Fajar Ismayanti itu satu-satunya instruktur origami yang memegang sertifikat Nippon Origami Association (NOA).

Pada pertengahan 2005, Maya mengikuti tes sertifikasi instruktur origami berkualifikasi dari NOA.

Dari 50 bentuk yang diujikan, kapal bajak laut jadi bentuk paling sulit.

Ujian membuat origami kapal bajak laut itulah yang membuatnya meraih sertifikat. Pada Desember 2005, ia kembali ke Indonesia.

Mulai awal 2006, ia sudah kebanjiran permintaan workshop dari rekan berbagi ilmu origami di Tanah Air yang ia usung lewat interaksi di dunia maya di sanggar-origami.com dan Yahoo! Groups.

Menurut dia, origami lebih dari sekadar seni, karena bisa mengembangkan karakter disiplin.

Dia tak bermaksud menggeser budaya Indonesia. Tapi justru ingin mengajak orang meningkatkan apresiasi terhadap keindahan.

Menariknya, Maya menawarkan konsep ramah lingkungan dalam karyanya. Ia menjelajahi origami dengan menggunakan limbah-limbah rumah tangga, seperti plastik dan aluminum foil dari susu bubuk atau cokelat untuk menyiasati sampah anorganik.

 

Sumber : Banjarmasin Post