ANRI : Dispersip Palnam Raih Hasil Kualitas Pengelolaan Arsip Terbaik

Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimatan Selatan  menerima penghargaan Kearsipan Nasional kategori BB (Sangat Baik), pada Peringkat Nilai Hasil Pengawasan Kearsipan pada Instansi Pemerintah tingkat daerah tahun 2020 oleh Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Tjahjo Kumolo
dalam Rakor Nasional Pengawasan Kearsipan  melalui Zoom Meeting, Selasa 20 April 2021. Penghargaan diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi ( PAN-RB ) Tjahyo Kumolo di didampingi Plt Kepala ANRI.

Menteri Tjahjo Kumolo mengatakan, sebagai negara yang menjalani proses revolusi sampai reformasi semua sejarah harus tercatat.

Tjahjo menyebut banyak arsip negara bahkan aset bermasalah hingga hilang akibat tak tercatat. Dalam kesempatan tersebut, Menpan RB menekankan pentingnya arsip, khususnya yang menyangkut aset-aset daerah. Jangan sampai dokumen bangunan cagar budaya di daerah hilang, seperti yang terjadi di beberapa daerah meski fisiknya masih ada. “Ini perlu ditata karena hal itu bagian dari reformasi birokrasi,” ucap Tjahjo Kumolo.

Kalsel disebut MenPAN-RB terbaik karena gubernurnya cepat mengelola arsip. Bahkan Kalsel telah memulai digitalisasi arsip. Menurut Tjahjo, arahan Presiden Jokowi pentingnya melakukan reformasi birokrasi, menata kepegawaian dalam pegelolaan arsip. Jika tidak, tentunya banyak arsip negara yang hilang.

“Pentingnya arsip, kalau tidak, di Jakarta ada gedung hilang karena tidak dibuktikan, ada sumber yang menginfokan bahwa ini kalau digugat lepas,” sambung Tjahjo. Dia menekankan pentingnya pengelolaan arsip dan memanfaatkan teknologi informasi, salah satunya dengan digitalisasi arsip negara.

“Arsip itu memang penting, khususnya yang menyangkut aset daerah. Dan arsip kita perlu ditata karena arsip juga merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi. Arsip juga menyangkut layanan publik,” imbuhnya.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mengatakan, atas nama pemerintah daerah menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras khususnya jajaran perpustakan dan arsip yang telah bekerja dengan keras menata arsip.

Gubernur berpesan agar penyusunan arsip secara digital harus dilakukan sehingga memudahkan mencari data yang dibutuhkan. Ia mendorong seluruh SKPD untuk memberikan data supaya bisa diarsipkan secara digital.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimatan  Hj Dra Nurliani Dardie M.AP mengatakan, penilaian hasil pengawasan kearsipan dilakukan ANRI tiap tahunnya. Tahun lalu meraih nilai 66, 45 dengan predikat Baik. Namun tahun ini, Kalsel menjalani metode dengan tahap lebih tinggi, yakni tidak hanya pengawasan, tapi juga audit. “Untuk metode audit, tingkatan penilaian paling tinggi memang ‘Sangat Baik’. Kalau tahun lalu, Kalsel bisa meraih predikat baik. Mungkin kita memang masih ada kekurangan,” ungkapnya.

“Tentunya arsip-arsip kita itu memiliki sejarah kejuangan. Bahkan nilai-nilai yang tidak bisa diukur secara materiil ternyata bisa dibukukan secara rapi dan tertata dengan baik,” ujarnya. Ini satu penghargaan bagi rekan-rekan di perpustakaan dan arsip karena dengan kerja keras mereka, kerja cerdas dan kerja iklas mereka kita dapat mendapatkan penghargaan ini dengan predikat yang sangat memuaskan.

Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah yang luar biasa ke depan tentunya bagi perpustakaan dan arsip untuk lebih meningkatkan penataan arsip ini, bagaimana mengidentifikasi arsip-arsip yang ada di kalsel ini, sehingga lebih tertata dengan baik,” harap perempuan cantik dan enerjik ini kepada awak Liputan4.com. Pada kesempatan yang sama, Bunda Nunung mengingatkan, pengelolaan arsip semestinya canggih. Sekarang masanya teknologi komunikasi, digitalisasi is a must,” katanya.

Paradigma arsip harus berubah, setidaknya dalam aspek tata kelola dan budaya arsip. Masyarakat juga harus meningkatkan pemahaman akan kearsipan. Jangan saat kondisi susah, arsip baru dicari. “Arsip jangan merasa termarjinalkan. Arsip salah satu garda terdepan bangsa. Arsip adalah penyaji informasi yang akurat. Alat bukti yang sah. Dan para pejuang kearsipan jangan lelah berkarya dan letih berkreasi dan berinovasi,” katanya. “Arsip kan ada dua macam yaitu arsip statis dan dinamis, sesuai dengan retensi arsip, nantinya dinas perpustakaan dan kearsipan yang menentukan mana yang bisa di musnahkan dan mana yang tetap harus di amankan,” harapnya.

Bunda Nunung membeberkan, hasil Pengawasan Kearsipan :
2016 : nilai 41 : Buruk
2017 : bilai 61 : Cukup
2018 : nilai 71,19 : Cukup
2019 : nilai 66,45: Baik
2020 : nilai 78,14: Sangat Baik
Hasil pengawasan eksternal  tahun 2020   ranking delapan dengan hasil sangat baik dengan nilai 78.14, bebernya.

Dan ini pengumuman tahun 2021 adalah hasil pengawasan tahun 2020. Lanjut Bunda, “bayangkan ditahun sebelumnya predikat nya tidak baik, setelah di nahkodai Bunda Nunung jadi meningkat, padahal ditengah keterbatasan SDM, gedung dan lain-lain. Ini berkat dukungan dan kerjasama yang baik dari semua pihak, pungkasnya.

Sumber:liputan4.com