Animo Tinggi, Pusling Dispersip Kalsel Kembali Sambangi Rutan

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Povinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memutuskan untuk mengaktifkan kembali layanan Perpustakaan Keliling (Pusling) untuk mengunjungi beberapa Rumah Tahanan (Rutan) ataupun Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kalsel.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan, keputusan tersebut diambil lantaran pihaknya banyak menerima masukan agar salah satu layanan andalan yang dimiliki oleh salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Kalsel itu dalam meningkatkan minat baca. “Masukan itu banyak kami terima setelah penyetopan sementara layanan Dispersip karena masuknya pandemi Covid-19 ini pada beberapa bulan lalu,” ucapnya pada awak media, Kamis (11/06/2020) siang.

Menurutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak Rutan diantaranya Rutan Kelas II Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. “Layanan itu sangat disambut baik oleh Kepala Rutan, Agus Sarwoko,” ujarnya. Selain itu, Dispersip Kalsel juga juga telah berkoordinasi ke Lapas Karang Intan, Lapas Klas II A Perempuan Martapura, Lapas Klas II A Anak Martapura, Rutan Marabahan dan beberapa Lapas dan Rutan lainnya. “Kita sangat memahami animo warga binaan untuk kembali di aktifkan kembali Pusling sangat tinggi dan disambut antusias,” tambahnya.

Namun, wanita yang akrab disapa Bunda Nunung itu mengaku bahwa pengaktifan operasional Pusling tersebut tentunya dijalankan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah (Protap). “Kita tidak ingin Pusling inj menjadi median untuk terjadi penularan infeksi yang disebabkan oleh virus Corona ini. Itu sangan kita hindari,” ungkapnya.

Salah satunya, ia melanjutkan, pihaknya mengubah cara membawa buku bacaan untuk warga binaan tersebut dengan memuatnya di dalam box atau kontainer plastik. “Biasanya dalam layanan Pusling buku bacaan yang di bawa ada di dalam mobil, tapi selama pandemi Covid-19 ini maka akan kami buat dalam box-box plastik yang kemudian bisa digunakan warga binaan di Rutan dan Lapas sebagai bahan bacaan,” papar Bunda Nunung.

Tidak hanya itu pohaknya juga selalu menjaga kebersihan buku agar tetap steril dari virus maupun bakteri yang bisa menyebabkan penyakit yakni dengan dilap memakai cairan disinfektan. “Insha Allah, segala protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 akan terus kami lakukan. Ini semua kita lakukan agar memberikan rasa aman kepada pembaca buku yang menggunakan koleksi bacaan milik Dispersip,” jelasnya

Sebelumnya, Bunda Nunung membeberkan bahwa kunjungan layanan Pusling ke dalam Rutan dan Lapas yang ada di beberapa daerah di Kalimantan Selatan sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2017 yang lalu. Hal ini dilakukan sebagai salah satu wujud implementasi instruksi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, agar bisa menumbuhkan minat baca tanpa kecuali hingga sampai ke dalam sel penjara. “Kita bersyukur, respon warga binaan dan karyawan dalam Rutan serta Lapas mengaku sangat terbantu dengan hadirnya Pusling. Bagi mereka dengan membaca selain bisa mengisi waktu luang mereka juga bisa menambah ilmu pengetahuan,” pungkas Bunda Nunung.

kalselpos.com