Anak-Anak Terisolir Di Kampung Pariangan Dicerdaskan Dengan TMMD

Anak – anak yang tinnggal terisolir di Kampung Pariangan, dicerdaskan dengan adanya TMMD. Itu tak lain berkat kolaborasi Korem 101/ANT (Antasari) dengan Dispersip (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan) di Kalsel (Kalimantan Selatan) terujud kelas lapangan pada TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) di Kampung Pariangan Kecamatan Padang Batung,  Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Kampung yang tergolong tertinggal, dengan kondisi geografis berupa dataran tinggi atau pegunungan Meratus (Loksado) sehingga menyebabkan kampung ini terisolir. Diitambah lagi insfrastruktur jalan yang hanya berupa jalan setapak untuk menghubungkan ke desa tetangga yaitu Desa Malilingin. TMMD ke 110,  berbeda dengan pelaksanaan TMMD sebelumnya, selain dilaksanakan di masa Pandemi Covid-19.

Bahkan pada TMMD 110 kali ini dilaksanakan sosialisasi tentang pencegahan penyebaran Covid-19 dan juga pembagian masker kepada masyarakat Tentunya, semua menimbulkan berbagai dampak di masyarakat seperti ekonomi,  proses belajar tatap muka siswa di Kampung Pariangan. Dengan kondisi geografis ditambah lagi tidak tersedianya jaringan internet sehingga proses belajar secara daring sulit untuk dilaksanakan Anak kampung pariangan masih banyak putus sekolah dasar ataupun tidak meneruskan kejenjang lebih tinggi. Karenakan rumah mereka menuju ke tempat sekolah yang ada di Desa Malilingin harus memutar sejauh lebih dari 13 Km melewati hutan dan ketinggian.

Padahal anak-anak kampung pariangan tergolong anak yang rajin dan cerdas hal tersebut dibuktikan adanya kegiatan TMMD dengan bersinergitas antara TNI dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Povinsi Kalsel dengan melakukan belajar melalui mobil perpustakaan keliling.

Mereka sangat antusias dalam mengikuti program belajar tersebut. Ini merupakan kali pertama dalam pelaksanaan TMMD dimana TNl secara langsung besinergi dan bekerjasama dengan Dispersip Kalsel tmembantu mencerdaskan kehidupan bangsa dari anak kampung yang terisolir. Kehadiran Satgas TMMD ini sekaligus memberikan edukasi kepada anak-anak agar tetap belajar hingga dijenjang lebih tinggi. Apalagi nanti jarak jaklan menuju sekolah akan semakin dekat sehingga tidak perlu untuk memutar menuju tempat sekolah.

Mobil Perpustakaan keliling milik Dispersip Kalsel secara langsung didatangkan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel yang berada di Banjarmasin. Mobil tersebut beroperasi hingga sampai dengan selesai kegiatan TMMD. Dalam proses belajar tersebut Babinsa dan Dispersip bersama-sama mengajar para anak-anak mulai dari pekerjaan rumah dan tugas yang diberikan  pihak sekolah.

Sementara Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah mengatakan berdasarkan Undang-undang Nomor 34 tahun 2004 bahwa TNI mempunyai tugas pokok adalah menegakkan kedaulatan negara. Mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. “Di dalam tugas pokok tersebut terbagi menjadi dua yaitu tugas militer untuk perang. Lainnya tugas pelaksanaan TMMD masuk dalam tugas militer selain perang di poin ke sembilan yakni membantu tugas pemerintah di daerah, dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara,” jelasnya.

Lebih lanjut dengan adanya program TMMD ini tercipta akselerasi kecepatan pembangunan daerah. “Selain itu membuka daerah-daerah yang terisolir maka akan terciptanya kesejahteraan rakyat, dan tidak kalah pentingnya dengan dilaksanakan TMMD ini diharapkan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena jalan menuju sekolah lebih dekat’’ pungkasnya. Sedangkan Kadispersip Kalsel, Hj  Dra. Nurliani Dardie, M.AP menyatakan siap ikut berperan mensukseskan TMMD ke 110 TA 2021.

Sumber:kalimantanpost.com