Aktif Implementasikan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Dispersip HSU Dipuji Kadispersip Kalsel

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mendapatkan pujian dari Kepala Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) karena pencapaian aktif dalam mengimplementasikan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Dispersip HSU bersama Hulu Sungai Tengah (HST), Tanah Bumbu dan Batola merupakan penerima manfaat program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial tahun 2020 dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas). “Keempat dispersip itu mendapat bantuan satu set PC server dengan aplikasi kunang-kunang, dua PC all in one untuk layanan pemustaka, satu buah printer dgn fotocopy besar dan bimbingan teknik pendampingan advokasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” jelas Kadispersip Kalsel, Hj Nurliani, Jumat (09/10/2020).

Dari keempat dispersip tersebut, terang Bunda Nunung sapaan akrab Kadispersip Kalsel, hanya Dispersip HSU yang aktif nengimplementasikan perpustakaan berbasis inklusi sosial. “Kami berharap ketiga Dispersip lainnya juga aktif mengimplentasikannya,” harapnya.

Ia menjelaskan, Dispersip HSU sebagai perwakilan Kalsel sudah membuahkan dampak besar bagi masyarakat di masa pandemi seperti sekarang ini. “Perpustakaan memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan rakyat, melalui penguatan budaya literasi guna mewujudkan masyarakat berpengetahuan, inovatif, kreatif, dan berkarakter, yang dituangkan dalam rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020–2024,” terang Bunda Nunung.

Selain itu, katanya, literasi tidak melulu dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis saja, namun juga dapat diterjemahkan untuk mengatasi persoalan, meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. “Literasi juga berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi yang membawa kesejahteraan. Terlebih peran para pemangku kepentingan di tingkat provinsi, serta komitmen dari pimpinan daerah sangat penting untuk mendorong lahirnya kebijakan untuk keberlanjutan dan perluasaan program transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di tingkat kabupaten dan desa,” tandas Bunda Nunung.

banaranmedia.com