Aksi Simpatik Dispersip Kalsel, Temui dan Hibur Penyintas Banjir di HST

Musibah banjir bandang yang menerjang Kalimantan Selatan menyisakan cerita pilu. Salah satunya adalah Lia, bocah berusia 6 tahun yang menjadi yatim piatu.

Kedua orang tua Lia dan dua kakanya menjadi korban musibah banjir bandang dan longsor.

Kini dirinya menjadi yatim piatu sebatang kara, meski baru duduk di sekolah dasar di Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Kedua orangtua Lia dan dua orang kakaknya menjadi korban keganasan banjir yang bercampur lumpur.

Sang ibu bernama Yanti dan adiknya bernama Yanda sudah ditemukan, sementara ayahnya bernama Yansyah dan kakaknya bernama Doni belum ditemukan.

Kisah haru Lia, membulatkan tekad tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel untuk menemui dan menghibur Lia.

Meskipun untuk menuju ke tempat kediaman Lia, bukan hanya melalui tanjakan dan tikungan yang cukup tajam, tetapi juga harus melewati jalan yang masih berlumpur, juga jembatan darurat menantang nyali untuk melewatinya.

Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie mengatakan, tidak mau hanya mendengar cerita dari orang lain, ditambah kisah Lia yang malang ini menyentuh hati kecilnya.

“Pokoknya kita harus sampai ke pondok Lia, karena selain amanah Paman Birin dan Presiden Jokowi. Salah satu ikhtiar saya dan tim Dispersip peduli ingin mengunjungi Lia,” tegas Bunda Nunung, sapaan akrabnya, Kamis (5/2/2021).

Karena sempitnya jalan dan jembatan darurat kecil yang harus dilewati, dengan terpaksa beberapa armada Dispersip Kalsel harus terhenti di tengah jalan.

Untuk melanjutkan perjalanan Bunda Nunung memilih naik sepeda motor bersama Sertu Sanu Babinsa Desa Patikalain, yang saat itu ikut mendampingi tim Dispersip Kalsel menuju pondok Lia.

“Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana seorang anak kecil seperi Lia harus melewati medan yang berat seperti ini setiap hari,” ucap Bunda Nunung penuh haru sesaat setelah sampai di pondok Lia.

Kedatangan Bunda Nunung bersama tim disambut hangat oleh Lia bersama kerabat yang kini menjadi pengganti kedua orangtuanya.

Rombongan Dispersip Kalsel disuguhkan buah durian yang baru jatuh dari kebun, sebagai tanda keramahan pihak keluarga Lia atas kedatangan Palnam Peduli.

Setelah berbincang dan menghibur penyintas, tim Dispersip Kalsel menyerahkan bantuan untuk Lia dan kerabat, Bunda Nunung dan tim memutuskan putar balik melanjutkan perjalanan.

“Semoga Lia dan keluarga diberikan ketabahan dan tetap semangat, selalu diberikan kesehatan dan rejeki. Dibalik suatu kejadian pasti ada hikmahnya,” tutup Bunda Nunung.

Sumber : starbanjar.com