Tetap Produktif Selama Pandemi, Dispersip Siap Gelar Webinar Penyelamatan Arsip Akibat Bencana

Pandemi Covid-19 ini menjadi problem yang dihadapi oleh masyarakat hampir di seluruh dunia. Meski banyak sekali agenda yang tertunda karena adanya peraturan pemerintah yang mewajibkan masyarakat untuk tetap berada di rumah, namun itu bukanlah alasan untuk menjadi tidak produktif.

Seperti hal yang dilakukan oleh Dispersip Palnam ini yang siap selenggarakan kegiatan Webinar yang ke 24 tentang penyelamatan arsip pasca bencana banjir di Kalimantan Selatan pada Rabu 17 Maret 2021. Salah satu unsur yang penting setelah manusia yang rusak akibat bencana banjir adalah arsip. Pasca Bencana banjir di banyak daerah wilayah Provinsi Kalimantan Selatan berdampak pada arsip pemerintah kota atau kabupaten.

Keberadaan arsip tersebut turut terancam keselamatannya akibat bencana banjir, padahal arsip merupakan aset berharga bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Arsip merupakan aset yang sangat berharga dan menunjukkan hak-hak keperdataan rakyat, sehingga keberadaannya harus diamankan, dilindungi, dan diselamatkan.

Berdasarkan hal tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel akan mengambil langkah strategis dan tindakan preventif penyelamatan arsip dari bencana, sesuai amanat UU 43 Tahun 2009.

“Kami menggandeng Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan webinar penyelamatan arsip akibat bencana yang Insya Allah akan digelar 17 Maret 2021 ini,” ucap Hj Dra Nurliani Dardie M.AP atau disapa Bunda Nunung, Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi kalimantan Selatan  (Dispersip) Kalsel, Senin (1/3)

Webinar Nasional Penyelamatan Arsip Pasca Bencana ini sangat penting untuk merespons secara cepat dalam menanggulangi kerusakan arsip akibat bencana. Sekaligus, mengantisipasi bila terjadi bencana lagi. “Arsip sangatlah penting bagi kehidupan bermasyarakat, bangsa dan negara. Dan arsip  menunjukkan hak-hak keperdataan rakyat, sehingga keberadaannya harus diamankan, dilindungi dan diselamatkan,” imbuhnya.

Adapun peserta Webinar Nasional tersebut adalah Lembaga kearsipan provinsi dan kabupaten kota se Kalimantan Selatan, SKPD tingkat provinsi dan kabupaten/kota se Kalimantan Selatan dan Lembaga kearsipan daerah daerah dan PTN seluruh Indonesia.

Di katakan Bunda Nunung, “Webinar Nasional Penyelamatan Arsip Pasca Bencana ini sangat urgen, di samping untuk merespon secara cepat untuk menanggulangi kerusakan arsip akibat bencana banjir yang baru terjadi, juga mengantisipasi manakala terjadi bencana ke depannya mengingat Negara Indonesia memang dikategorikan sebagai negara yang rawan bencana,” pungkasnya.

Sumber:Liputan4.com