75 Orang Pustakawan Se-Kalsel Bertemu, Kira-Kira Apa Yang Mereka Bahas ?

Upaya mendorong tumbuhnya minat baca masyarakat sekaligus meningkatkan tenaga pustakawan menjadi salah satu topik yang dibahas dalam seminar dengan tema “Profesionalisme Pustakawan dalam Mendukung Akreditasi Perpustakaan” yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Selasa (12/12).

Berbagai kendala yang dihadapi oleh perpustakaan dan pustawakan ini, disampaikan oleh Sekreteris Utama Perpustakaan Nasional yang juga Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), Drs Dedy Junaiedi MSi. Dia mengatakan, saat ini tenaga pustakawan di Indonesia masih kurang dan minat baca masih rendah.

“Saat ini akreditasi perpustakaan sekolah mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi belum merata,” ujarnya.

Selain seminar, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Musda (Musyawarah Daerah) yang akan membentuk kepengurusan IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia) Kalsel periode 2017-2020.

Kegiatan ini diikuti 75 orang pustakawan, di antaranya turut hadir Kadis Dispersip Kotabaru, Balangan, dan Banjar. Tujuan utama seminar ini adalah silahturahmi dan pemilihan Anggota IPI kalsel yang baru sekaligus pembinaan untuk para pustakawan di Kalsel. Pada Musda tersebut, Ahmad Syaukhi terpilih sebagai Ketua IPI Kalsel menggantikan Hj Akhmad Syaikhu, MHI, MSI.

Terkait kegiatanini, Kepala Dispersip Kalsel Hj Noorliani Dardie, menyatakan, setiap tahun harus ada seminar untuk menambah wawasan para pustakawan. “Saya senang ada pembinaan dari pusat dan kami support IPI Kalsel dalam rangka percepatan tumbuh kembang minat baca dan meningkatkan sumber daya pustakawan Kalsel baik dari segi kuanitas maupun kualitas,” katanya. (achi)

 

Sumber : Kanal Banjarmasin