5 Perpustakaan Desa Di 35 Kabupaten Mendapat Bantuan Pengembangan Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Kabar menggembirakan bagi Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan sebagai Pembina Perpustakaan di Provinsi Kalimantan Selatan berkat perjuangan Kepala Dinas Dra. Hj. Nurliani, MAP dengan merekomendasikan beberapa Perpustakaan Desa di beberapa Kabupaten Provinsi Kalimantan Selatan ke Perpustakaan Nasional RI.

Pada Tahun Anggaran 2020 ini disetujui sebanyak 5 Perpustakaan Desa di 3 Kabupaten melalui program perpustakaan berbasis inklusi sosial berdasarkan surat Nomor : 180/4.1/PPM.00.00/VI/2020 tanggal 16 Juni 2020 yang ditandatangain oleh Drs. Deni Kurniadi, M.Hum selaku Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Peningkatan Minat Baca Perpusnas RI yaitu :

Kabupaten Banjar
1. Perpustakaan Maju Bersama Desa Sungai Rangas Tengah
2. Perpustakaan Ilman Nafi A Desa Bi’ih

Kabupaten Kotabaru
1. Perpustakaan Lontar Utara Desa Lontar Utara

Kabupaten Tabalong
1. Perpustakaan Cahaya Ilmu Desa Paliat
2. Perpustakaan Sumber Ilmu Desa Nalui

Perpustakaan desa tersebut akan mendapatkan bantuan sarana dan prasarana penunjang layanan perpustakaan dan pengembangan kompetensi SDM pengelola Perpustakaan Desa.

Bunda Nunung menjelaskan “Program Perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangakan potensiny dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan hak azazi manusia” ujarnya. Program ini bertujuan pula memperkuat peran perpustakaan desa dalam meningkatkan kualitas SDM di lingkuangan sekitar Desa sehingga kemampuan literasi meningkat yang berujung peningkatan kreativitas masyarakat dan kesenjangan informasi.

Perpustakaan Desa yang dipercaya mendapatkan program perpustakaan berbasis inklusi sosial selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk mengganti informasi dan pengetahuan wajib memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan, yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat.

Dengan upaya tersebut diharapkan performa individu meningkat, sistem dan organisasi perpustakan menjadi kuat, sehingga berdampat pada membaiknya kualitas layanan perpustakaan dan juga pemanfaatannya oleh masyarakat dan secara otomatis akan meningkatkan literasi masyarakat. Ditambahkan lagi oleh Bunda Nunung “bahwa Program ini kelanjutan dari program beberapa tahun sebelumnya yang dikelola oleh Coca Cola Foundation dan sejak 2 tahun terakhir di lakukan oleh Perpusnas RI dengan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan Kalsel selalu ditunjuk setiap tahunnya” Bebernya.

Beberapa perpustakaan desa dan pada tahun ini yang terbanyak untuk Kalsel yaitu 5 Desa yang sebelumnya hanya 2 s/d 3 desa. Harapan Kadispersip Program ini dapat terlaksana dengan seksama dan akan meningkatkan minat baca sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa cetusnya.

Perpustakaan yang mendapat program tersebut sehingga keberadaan perpustakaan desa akan semakin dirasakan manfaatnya untuk meningkatkan pendapatan dengan memusatkan perpustakaan sebagai ajang pembelajaran dan pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kondisi budaya, alam dan sosial masyarakat. Semoga ditahun-tahun mendatang semakin banyak lagi perpustakaan desa di Kalimantan Selatan mendapatkan program perpustakaan berbasis inklusi sosial tersebut Pungkasnya.

infobanua.co.id