41 Tahun Perpusnas, Momentum Kemajuan Literasi Modern Khususnya Di Banua

Dirgahayu ke-41 Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia setiap tanggal 17 Mei. Diharapakan, jadi momentum semakin berkembangnya dunia literasi ditengah arus kemajuan jaman yang semakin modern khususnya di Banua.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan Nurliani Dardie, menyatakan pembinaan pemerintah pusat terhadap kemajuan bidang perpustakaan di daerah masih sangat diharapkan khususnya dari Perpusnas sebagai satu lembaga pemerintah nonkementerian bidang perpustakaan. “Khusunya di Kalsel sebagai provinsi dengan indeks pembangunan literasi tertinggi 2020. Semoga ke depan terus mendapat support Perpusnas RI,” ujarnya, Selasa (18/5/2021).

Sementara, Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando mengatakan, dalam memperkuat budaya literasi, harus diimbangi upaya holistik dan terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Hal itu sesuai tema yang diusung pada peringatan tahun ini yakni Integrasi Penguatan Sisi Hulu dan Hilir Budaya Literasi dalam Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural,” ucap Syarif melalui pidato virtual.

Perpusnas RI sebagai lembaga pemerintah nonkementerian bertugas di bidang perpustakaan terus berupaya mengembangkan, membina dan meningkatkan gemar membaca untuk pengembangan budaya literasi. “Penguatan di sisi hulu harus dilakukan, agar sisi hilir budaya literasi yakni indeks literasi dan peningkatan kegemaran membaca serta akses dan kualitas layanan bisa terwujud sesuai harapan,” tutupnya.

Sumber:rri.co.id