350 Buku Dipinjamkan ke Pihak Bapas Kalsel oleh Perpustakaan Palnam

Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kemenkumham RI Kanwil Kalsel menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan dengan mengajukan permohonan Mobil Keliling Perpustakaan Palnam ke Bapas Kalsel. Permohonan sendiri pun dikabulkan Dispersip Kalsel.

Kepala Bapas Kalsel Bagus Kurniawan pada Senin (6/7/2020) mengapresiasi , sinergi antara Dispersip Kalsel dengan Bapas Kalsel. “Ini membantu kami memberikan bantuan buku dengan sistem peminjaman secara bergilir,” kata Bagus.

Buku-buku ini, lanjut Bagud, bermanfaat untuk warga binaan. Kendati hanya mempunyai pojok baca, namun manfaatnya sangat besar sekali. “Karena kami melayani masyarakat umum, dan masyarakat khusus yaitu kliem kemasyarakatan beberapa keluarganya yang datang dalam proses layanan publik kami, pojok baca itu bermanfaat bagi mereka mengisi waktu. Sambil menunggu proses pengobatan dengan membaca di tempat baca yang telah kami sediakan,” ucapnya.

Kendati di Bapas Kalsel tidak ada narapidana, namun hanya klien kmasyarakatan itu adalah narapidana yang telah mendapat bebas bersyarat, cuti menjelang bebas, cuti bersyarat dan asimilasi. Dengan cara mereka lapor kesini dengan waktu yang ditentukan masing – masing PK (Pembimbing Kemasyarakatan), dan masyarakat – masyarakat lain yang membutuhkan.
“Bantuan kami dan memerlukan pendampingan kelak, nah pada saat itu sambil menuggu layanan kami. Sambil menunggu prosesnya kami persilahkan untuk membaca buku di pojok baca,” ujar Bagus.

Pojok baca ini juga bermanfaat untuk para petugas Bapas seperti PK. Karena menambah wawasan dengan buku bacaan. “Buku itu cakrawala dunia kan dengan buku itu pola pikir, wawasan pasti akan berubah dan bertambah lebih baik,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Layanan Perpuatakaan Dispersip Kalsel Hj.Ermawati, A.Md merasa bersyukur atas kerjasama dengan Bapas. “Jadi ini program dari kami Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan ikut mencerdaskan pada pendidikan bangsa kita melalui program Layanan Terpadu Perpustakaan Lapas,” kata Ernawati.

Ditambahkan Ernawati, sedikitnya 350 buku yang bisa dipinjamkan. Nantinya akan dirolling lagi sekitar 2 minggu sekali. “Kami kesini lagi kami ganti dengan buku-buku yang baru agar buku yang ada selalu update sehingga sirkulasi buku berjalan sesuai regulasi,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dispersip Kalsel Dra. Hj. Nurliani Dardie mengungkapkan, layanan Perpustakaan harus selalu berimprovisasi dan bergerak sesuai keperluan instansi maupun masyarakat. karena mendekatkan buku kepada masyarakat adalah amanah Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Kanalkalimantan.com