17 Maret, Dispersip Kalsel Gelar Webinar Nasional Penyelamatan Arsip Akibat Bencana

Sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan belum lama ini mengalami bencana alam berupa banjir yang telah mengakibatkan lumpuhnya beberapa sendi kehidupan masyarakat. Salah satu unsur yang penting setelah  manusia yang rusak akibat bencana banjir adalah arsip yang tersebar di seluruh pencipta arsip, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Dalam rilisnya yang diterima Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, Nurliani mengatakan bahwa keberadaan arsip tersebut turut terancam keselamatannya akibat bencana banjir. Padahal arsip merupakan aset berharga bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Arsip merupakan aset yang sangat berharga dan menunjukkan hak-hak keperdataan rakyat, sehingga keberadaannya harus diamankan, dilindungi, dan diselamatkan.

“Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Pasal 34 Ayat 6 bahwa Perlindungan dan penyelamatan arsip akibat bencana yang tidak dinyatakan sebagai bencana nasional dilaksanakan oleh pencipta arsip, arsip daerah provinsi, dan/atau arsip daerah kabupaten/kota yang berkoordinasi dengan BNPB,” jelasnya.

Untuk mengambil langkah-langkah strategis terhadap dampak kerusakan arsip akibat bencana yang telah terjadi dan tindakan preventif untuk menghadapi bencana serupa yang terjadi di kemudian hari, serta sesuai amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) akan menyelenggarakan Webinar Nasional Penyelamatan Arsip Akibat Bencana yang akan dilaksanakan pada 17 Maret 2021.

“Webinar Nasional Penyelamatan Arsip Pasca Bencana ini sangat urgen, di samping untuk merespon secara cepat untuk menanggulangi kerusakan arsip akibat bencana banjir yang baru terjadi, juga mengantisipasi manakala terjadi bencana ke depannya mengingat Negara Indonesia memang dikategorikan sebagai negara yang rawan bencana,” tambah Bunda Nunung (sapaan akrabnya).

Webinar Nasional ini akan menghadirkan dua orang narasumber yaitu Direktur Preservasi ANRI, Kandar dan Arsiparis Penyelia ANRI, Kadir. Sedangkan peserta Webinar Nasional tersebut diantaranya Lembaga kearsipan provinsi dan kabupaten/kota se Kalimantan Selatan, SKPD tingkat provinsi dan kabupaten/kota se Kalimantan Selatan dan Lembaga kearsipan daerah dan PTN seluruh Indonesia.

Sumber:abdipersadafm.co.id