10 Mei 2016

Rektor Wartawan dan Saudara Tua

Rektor Wartawan dan Saudara Tua

Dua kampus tertua di Kalimantan Selatan, Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari masih bersaudara. Awal berdiri, Unlam memiliki Fakultas Islamologi. Fakultas inilah yang menjadi cikal bakal IAIN. Dihuni ulama dan akademisi, IAIN memainkan peran penting dalam perkembangan Islam di Banua.

RABU (10/6) pagi, saya berhasil membuat janji wawancara dengan Profesor Akhmad Fauzi Aseri. Memimpin IAIN Antasari sejak tahun 2009, Fauzi adalah rektor generasi ketujuh. Fauzi sedang sibuk menyiapkan bahan pertemuan para ulama Kalsel. Selagi Fauzi menulisi blocknote-nya, saya diizinkan berkeliling di ruang kerja di lantai dua gedung rektorat.

Saya mengamati deretan foto rektor dan piagam pendirian IAIN. Dengan kertas yang sudah kumal dan menguning, piagam ini ditulis tangan dengan gaya yang sangat indah. Hiasannya berupa ornamen gerbang masjid berwarna hijau. Ditandatangani oleh Menteri Agama RI, Kiai Saifuddin Zuhri dan Gubernur Kalsel, Letkol Aberanu Sulaiman pada tanggal 15 Rajab 1384 Hijriyah atau 20 November 1964. Piagam ini diberi judul ‘Aldjamiah Antasari’.

“Jauh sebelum tahun 1964, gagasan pendirian kampus Islam itu sudah ada sejak tahun 1948,” kata Fauzi. Tiga tahun setelah proklamasi, digelar pertemuan antara pejuang kemerdekaan dan ulama di Barabai. Ulama dari Amuntai, Barabai, Kandangan dan Banjarmasin berkumpul. Salah satu pokok pembicaraan adalah perlunya sebuah kampus Islam.

Mereka lalu membentuk Badan Persiapan Sekolah Tinggi Islam Kalimantan yang berkedudukan di Barabai dan diketuai H Abdurrahman Ismail. Namanya lalu diabadikan menjadi nama masjid kampus IAIN. Karena menemui jalan buntu, tahun 1956 di Amuntai dibentuk lagi Persiapan Perguruan Tinggi Agama Islam Rasyidiyah (PPTAIR). Belakangan, panitia ini bubar dengan sendirinya. “Pertama, belum adanya kekuatan politik. Kedua, keterbatasan transportasi dan telekomunikasi,” jelasnya.

Titik terang muncul tahun 1957 saat digelar reuni pejuang ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan di Kandangan yang melahirkan Dewan Lambung Mangkurat. Diisi kalangan sipil dan militer, setahun berselang dewan ini berhasil mencetuskan berdirinya Unlam (awalnya disingkat ULM) di Banjarmasin. Dari empat fakultas yang dimiliki Unlam, salah satunya adalah Fakultas Islamologi. “Fakultas ini lalu memisahkan diri dan menjadi cikal bakal IAIN,” ujarnya.

Tentu tak secepat itu IAIN berdiri. Setelah memisahkan diri, fakultas ini masih menginduk pada IAIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta. Tahun 1961, berdiri Unisan (Universitas Antasari) di Banjarmasin. “Tapi saat itu statusnya masih swasta,” tukas Fauzi.

Gagasan tahun 1948 pun kembali mengemuka. Di Amuntai sudah berdiri Fakultas Ushuluddin, di Barabai ada Fakultas Syariah, di Kandangan ada Fakultas Syariah dan Fakultas Adab, sementara di Banjarmasin berdiri Fakultas Publistik.

Berita Lainnya
Leave a reply