10 Mei 2016

Menag Sambut Baik Transformasi IAIN Banjarmasin

Menag Sambut Baik Transformasi IAIN Banjarmasin

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik rencana transformasi IAIN Antasari Banjarmasin  menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Menag berharap proses yang sedang berjalan itu bisa segera terealisasi.

“Semoga pada tahun 2016 ini sudah ada kabar baik terkait Keputusan Presiden dengan berdirinya UIN Antasari Banjarmasin,” kata Menag saat memberikan sambutan pada Rapat Senat Terbuka Wisuda Pascasarjana ke 29, S1 ke 59 dan D3 di Aula IAIN Antasari, Banjarmasin, Rabu (20/04). Tampak Hadir dalam acara ini, Sesmes Khairul Huda Basyir, Rektor IAIN Antasari Ahmad Fauzi Aseri, Kakanwil Kalsel HM Thambrin, dan 480 wisudawan.

Apalagi, lanjutnya, pada tahun ini juga, IAIN Antasari sudah masuk dalam skema pendanaan Pinjaman dan atau Hibah Luar Negeri (PHLN) Islamic Development Bank (IDB) Project.  Menag yakin hal ini bisa menjadi momentum bagi IAIN Banjarmasin untuk terus  menyiapkan diri menjadi Universitas Islam unggulan di Kalimantan Selatan dan juga Indonesia.

“Ikhtiyar transformasi PTKIN menjadi UIN dengan mandate institusi integrasi Islam dan Science, sudah sangatlah tepat, on the right track di tengah-tengah tingginya animo masyarakat Indonesia dan Muslim dunia yang ingin memiliki generasi Muslim yang moderat plus menguasai ilmu-ilmu umum,” tandas Menag.

Di hadapan ratusan wisudawan dan civitas akademika IAIN Antasari,  Menag meminta agar IAIN/UIN dan STAIN tetap menjaga kontribusi nyatanya dalam menjaga keutuhan dan memperkuat NKRI. Menurutnya, salah satu kontribusi terbesar warga IAIN adalah sumbangsih pemahaman keagamaan yang kontekstual,  harmonis dan penuh toleransi, serta tetap kuat akan ide-ide segar, progressif dan konstruktif berlandaskan ajaran Islam.

“Saya senang sekali bahwa Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam telah terbukti berhasil membumikan nila-nilai keIslaman. PTKI juga ikut serta mengawal transisi demokrasi dengan menjelaskan bagaimana hubungan Islam dan Negara, demokrasi dan konsep-konsep lainnya, secara realistis dan membumi (down to earth). PTKI berhasil dalam merealisasikan ajaran agama Islam yang membawa misi rahmat bagi dunia, Islam rahmatan lil alamin,” jelas Menag.

Kepada para wisudawan, Menag berpesan  agar menjadi alumni IAIN yang tidak kagetan dalam menyikapi persoalan dan isu-isu kontemporer yang dihadapi bangsa. Dengan adanya tantangan global, derasnya arus trans-ideology, serta ancaman paham radikalisme dan terorisme, sosok alumni PTKI menurut Menag harus berani tampil di depan menjelaskan wawasan keIslaman secara komprehensif, holistik, dan moderat. (Arief/mkd/mkd)

Berita Lainnya
Leave a reply