9 Mei 2016

World Digital Library: Perpustakaan Digital Berbasis Keberlanjutan

World Digital Library: Perpustakaan Digital Berbasis Keberlanjutan

Era modern sekarang ini, teknologi sudah semakin canggih dan berkembang dengan pesat seakan tanpa batas. Dunia seakan tak lagi memilik boundaries yang nyata dari segala aspek kehidupan. Kebutuhan informasi manusia modern juga semakin meningkat dan didukung pula oleh akses yang mudah seperti sekarang ini menggunakan fasilitas internet. Namun adanya banjir informasi sekarang ini identik dengan adanya trash informations atau informasi sampah yang sebenarnya tidak bermanfaat dan tidak berguna tapi tersedia dan menggoda pengguna untuk mengaksesnya, contohnya beredarnya situs-situs pornografi dan sebagainya. Oleh karena munculnya perpustakaan dalam bentuk digital kini sangat bermanfaat dalam mengurangi adanya penggunaan situs-situs sampah tersebut. Selain itu juga memudahkan akses bagi pengguna di seluruh dunia yang ingin menggunakan bahan atau materi pustaka yang ada di perpustakaan digital tersebut tanpa harus datang ke tempatrnya.

Perpustakaan Digital Dunia atau World Digital Library (WDL) adalah perpustakaan digital antarnegara yang dikelola oleh UNESCO dan Library of Congress (Perpustakaan Kongres) milik Amerika Serikat. Perpustakaan ini diresmikan pada tanggal 21 April 2009 dan dimaksudkan sebagai sumber rujukan dokumen primer berbagai dokumen penting dunia yang bisa diakses dengan bebas biaya.

Misi pembentukan perpustakaan ini adalah untuk mengembangkan pemahaman antarbangsa dan -budaya, memperluas kandungan variasi dan isi pada internet, menyediakan bahan dasar pengajaran bagi pengajar, sarjana, dan peminat umum, serta untuk memperkuat kemampuan lembaga-lembaga mitra untuk mempersempit kesenjangan digital intra- maupun antarnegara.Sebagai tujuan adalah untuk mengembangkan dokumen non-bahasa Inggris dan non-barat di internet, dan membantu penyediaan bahan penelitian akademik. Dalam wawancara dengan majalah Nature, Direktur WDL, John van Oudenaren, menyatakan bahwa sebagian besar generasi muda di dunia banyak memperoleh informasi melalui media elektronik. WDL berusaha menjadi salah satu sumber informasi ini. Selain itu, WDL juga menjadi upaya untuk lebih mendorong negara berkembang memacu digitalisasi arsip dan dokumen sejarah berharga yang mereka miliki.

Perpustakaan ini menyediakan berbagai material sumber primer dari berbagai kebudayaan dunia secara bebas biaya dan dalam format multibahasa, seperti manuskrip, peta, buku langka, partitur, musik, rekaman, film, foto, arsitektur dan berbagai bahan budaya lainnya.

Berkaitan dengan preservasi koleksi digital yang dimilki oleh World Digital Library, koleksi yang dimiliki bukanlah koleksi terjemahan, dengan kata lain semuanya masih menggunakan bahasa-bahasa asli sesuai asal bahan tersebut. Tim WDL mempertimbangkan berbagai pendekatan untuk terjemahan, termasuk terjemahan yang dibantu komputer atau mesin, terjemahan oleh jaringan relawan atau beberapa kombinasi dari semuanya. Berkomitmen untuk menyediakan terjemahan berkualitas tinggi dan akan bekerja untuk meningkatkan proses penerjemahan. Untuk mempersiapkan peluncuran situs awal, tim WDL menggunakan alat terpusat dengan memori terjemahan. Dengan adanya kebijakan tersebut memungkinkan untuk keberlanjutan bahan koleksi tersebut bisa tetap lestari baik dari segi akses maupun ilmu atau informasi yang terkandung di dalamnya. Kemungkinan terjadinya error atau missing-text karena pengaruh bahasa di kemudian hari bisa lebih dapat dihindari.

Kemudian yang berkaitan dengan preservasi konservasi juga ialah masalah pendanaan. Sumber dana WDL adalah dari institusi yang cukup berpengaruh di dunia seperti Google, Inc., The Qatar Foundation, The Carnegie Corporation of New York, The King Abdullah University of Science and Technology, Microsoft, Inc., The Lawrence and Mary Anne Tucker Foundation, The Bridges of Understanding Foundation, dan The James Madison Council of the Library of Congress. Institusi-istitusi tersebut rutin setiap tahun mengadakan pertemuan dan menyumbangkan dana dalam rangka keberlanjutan website dan digital libraries tersebut. Menjaga kekayaan intelektual yang terkandung di dalamnya dan juga mengembangkan kebijakan-kebijakan berkaitan dengan server hosting dan isu-isu terkait keberlanjutan bahan koleksi.

Kemudahan akses untuk masa kini dan masa mendatang menjadi kunci yang harus tetap dipertahankan oleh WDL agar tetap bisa bertahan sebagai salah satu sumber informasi digital terbesar di dunia yang nantinya akan bisa dimanfaatkan oleh pengguna di semua zaman tanpa adanya batas dan hambatan dari segi aksesibilitas dan requirement baik dari software maupun hardware yang digunakan. Perkembangan brainware para pengguna jasa informasi semakin berkembang dan juga mereka selalu menuntut hal yang baru. Oleh karena itu WDL pun memiliki siasat dalam menanggulangi kebutuhan tersebut. Beberapa langkah yang dilakukannya antara lain; selalu aktif mencari mitra institusi dengan kontribusi dari konten yang ada, dan bekerja untuk meningkatkan katalogisasi, terjemahan, dan fungsi lainnya.

Sebagai sebuah bentuk perpustakaan digital masa depan, World Digital Libraries bisa dijadikan contoh bagi perpustakaan digital lainnya. WDL sangat memperhatikan kebutuhan pengguna dan keberlanjutan bahan koleksi digital yang mereka miliki.

Sumber:
http://www.wdl.org/en/

Berita Lainnya
Leave a reply