9 Mei 2016

Pengembangan Perpustakaan Digital : Perpusnas Lanjutkan Program Digital Library

Pengembangan Perpustakaan Digital : Perpusnas Lanjutkan Program Digital Library

Penerapan teknologi informasi di perpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk. Di antaranya sebagai sistem informasi manajemen perpustakaan. Bidang pekerjaan yang diintegrasikan dalam sistem ini adalah akuisisi, katalogisasi, sirkulasi, preservasi, dan jenis laporan lainnya yang menunjang kepentingan manajemen perpustakaan. Penerapan teklonogi informasi dapat juga dimanfaatkan sebagai sarana pendukung dalam aktivitas perpustakaan dan penyebarluasan informasi layanan perpustakaan secara ekstensif dan intensif.

Demikian hal itu dijelaskan Deputi Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Welmin Sunyi Ariningsih pada kegiatan supervisi pengembangan perpustakaan digital bersama 20 BPAD provinsi dan kabupaten/kota yang masuk dalam kategori sangat bagus (Grade A) dalam hal pengembangan perpustakaan digital di Grand Boutique Hotel, (4/8).

Paradigma pengelolaan perpustakaan dulu dimaknai sebatas gedung dan ruang yang besar, koleksi tercetak yang lengkap dengan prasarana penunjang fisik yang memadai. Namun, saat ini pengelolaan perpustakaan mesti dilengkapi dengan kemampuan sumber daya yang menyediakan akses intelektual, mendistribusikan, dan melestarikan kebutuhan koleksi berformat digital yang dapat diakses secara mudah oleh pengguna. ?Kerjasama untuk resource sharing atau akses bersama koleksi dengan dukungan perangkat teknologi informasi dan komunikasi inilah yang dinamakan sebagai perpustakaan digital,? ujar Welmin.

Perpustakaan Digital Nasional merupakan program Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang masuk ke dalam Grand Design e-Library hingga tahun 2014. Lalu, diperpanjang hingga 2019 dengan konsep interoperabilitas antarperpustakaan. Khususnya, sasaran kerjasama dengan perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan instansi.

Pada Grand Design Library 2010-2014, terdapat dua indikator output pada program ini, yaitu jumlah perpustakana provinsi yang memiliki perangkat perpustakaan digital (e-library) dengan target sejumlah 33 provinsi dan jumlah kabupaten/kota yang menjadi anggota jejaring dan memiiliki perangkat perpustakaan digital dengan target 150 perpustakaan umum kab/kota. Hasilnya, hingga Maret 2014, target 33 provinsi tercapai, namun untuk perpustakaan umum kab/kota hanya tercapai 120 daerah (80%).

Pada Grand Design e-Library 2015-2019 pengembangan perpustakaan digital nasional memuat empat tahapan, antara lain (1) penguatan pondasi sistem pengelolaan perpustakaan digital dan tata keloa TI, (2) pengembangan dan penyempurnaan layanan, (3) perluasan layanan, dan (4) optimalisasi layanan.

Peran perpustakaan umum pada Grand Design e-Library 2015-2019 juga disinggung. Artinya, perpustakaan umum dapat melakukan pembinaan kepada seluruh perpustakaan dengan mengadakan bimtek, pelatihan, supervisi, menghimpun koleksi kekhasan daerah dengan memperkuat simpul-simpul center of excellent, penguatan katalog induk daerah, menjadi jejaring OneSearch sebagai pusat pencarian koleksi perpustakaan dan informasi, dan bersama dengan perguruan tinggi mengembangkan e-library.

Sejak 2011, Perpusnas bersama perpustakaan mitra dari provinsi/kabupaten/kota telah membangun dan mengembangkan Center of Excellent. Center of Excellent merupakan layanan perpustakaan dan informasi yang memuat segala konten budaya lokal. Center of Excellent masuk ke dalam program pembangunan perpustakaan digital.

Penyediaan bahan informasi digital adalah bisa di akses di http://coe.perpusnas.go.id. Di dalamnya, pengguna bisa memperoleh segala informasi maupun rubrikasi seperti katalog induk koleksi, budaya lokal, koleksi digital buku, koleksi digital foto, koleksi digital video, koleksi digital kliping artikel. Koleksi digital yang dapat diakses dapat menjadi repository bersama untuk lokal konten yang dimiliki masing-masing daerah.

Pada kesempatan yang sama, peserta juga diberikan sosialisasi pengembangan situs web dan portal web tematik Perpusnas yang mencakup website katalog induk nasional, bibliografi nasional Indonesia, dan pusaka Indonesia.

Katalog Induk Nasional (KIN) merupakan gabungan data katalog koleksi seluruh perpustakaan di Indonesia. Tujuan pembangunan KIN adalah agar masyarakat dapat menemukan data bahan perpustakaan yang diperlukan, sekaligus mengetahui lokasi bahan perpustakaan tersebut. KIN diharapkan mampu mencerminkan kondisi koleksi bahan perpustakaan secara nasional apabila seluruh perpustakaan di Indonesia memberikan/menyajikan akses ke pangkalan data katalog koleksi perpustakaannya secara lengkap dan akurat. Pengembangan jaringan kemitraan dengan seluruh jenis perpustakaan di Indonesia amat menentukan keberhasilan dalam menghimpun data KIN.

Bibliografi Nasional Indonesia (BNI) merupakan kumpulan data bibliografis terbitan atau publikasi yang diterbitkan di Indonesia. BNI berfungsi sebagai sarana kendali bibliografis di Indonesia. Tujuan pembangunan BNI adalah untuk mengetahui kondisi penerbitan di Indonesia, mencakup jumlah penerbit yang ada, kuantitas terbitan dari waktu ke waktu, subjek atau topik yang paling banyak ditulis atau diproduksi. Kendali bibliografis dalam bentuK BNI diperlukan untuk mengetahui khasanah intelektual bangsa.

Pusaka Indonesia merupakan bagian dari portal web perpustakaan digital Indonesia. Piagam Pelestarian Pusaka Indonesia 2013 mengamanatkan perlunya sosialisasi kepada semua kalangan agar tumbuh kesadaran bersama untuk memelihara kekayaan pusaka bangsa dalam dimensi alam, budaya, dan saujana.

Pusaka alam adalah bentukan alam yang khas dan istimewa. Pusaka Indonesia adalah hasil cipta, rasa, karsa yang istimewa dari lebih 500 suku bangsa di Tanah Air. Adapun pusaka saujana adalah gabungan pusaka alam dan budaya dalam kesatuan ruang dan waktu. Dimensi pusaka budaya bisa berwujud bisa juga tidak berwujud, seperti kearifan lokal.

Mengacu isi Piagam tersebut, Perpusnas melaksanakan pelestarian dan pengelolaan pusaka melalui kegiatan penelitian, perencanaan, perlindungan, pemeliharaan, pemanfaatan, pengawasan berbagai bahan perpustakaan dan media.

Berita Lainnya
Leave a reply